oleh

Gugus Tugas Pusat Sempatkan Kunjungi Lokasi Program Wisata Covid-19

MAKASSAR, INIKATA.com – Dalam kunjungan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat ke Makassar, mereka menyempatkan diri untuk mengunjungi lokasi program Wisata Covid-19 di Hotel Swissbell Losari, Minggu, (7/6) kemarin.

Bersama Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo, Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mendapat penjelasan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari.

Wali Kota Dani Fatma

Ichsan Mustari menjelaskan, program ini merupakan program inovasi Gugus Tugas Sulsel. Dari program ini, ada tiga poin yang diharapkan.

Pertama, memberikan suasana nyaman kepada para peserta yang OTG dan ODP. Kedua, mantan peserta dapat menjadi edukator di tengah masyarakat.

“Kita tahu bahwa teori komunikasi yang terbaik, adalah teori komunikasi sebaya, bahwa mereka sesama sudah dekat, tentu informasi ini bisa lebih mereka terima,” terangnya.

Ketiga, tetap menjaga penggerak roda ekonomi. Hotel dipakai sehingga karyawan yang ada tidak diPHK.

Program ini hingga hari ke-49 dari rangkaian kegiatan karantina, jumlah peserta yang masuk sampai dengan 7 Juni sebanyak 1.554 orang peserta, keluar/pulang sebanyak 957 orang, sehat/selesai pemantauan 937 orang (198 orang sembuh dari swab positif) dan dirujuk ke rumah sakit sebanyak 20 orang.

Jumlah peserta aktual 597 orang. Terdiri dari laki-laki 271 orang (45,40 persen) dan perempuan 326 orang (54,60 persen).

Ahli Epidemologi Unhas, Ridwan Amiruddin, menjelaskan potensi penularan Covid-19 di masyarakat yang dapat dicegah dengan program Wisata Duta Covid-19, per 5 Juni 2020.

Dengan menggunakan parameter penggandaan selama enam hari, dan asumsi apabila tidak ada program Duta Covid-19 dan penderita berinteraksi secara aktif di masyarakat, maka penularan Covid-19 di masyarakat adalah 20.007 kasus.

Kemudian, program ini mencegah 3.000 orang masuk rumah sakit, dalam hal 15 persen dari jumlah 20.000 kasus tersebut, jika dikalkulasikan maka menghasilkan biaya anggaran Rp 270 miliar. (*/fajar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait