oleh

BI Kalimantan Utara dan ILO Latih Keberlanjutan Usaha UMKM

INIKATA.com – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Utara bekerjasama dengan lembaga buruh internasional (ILO) Jakarta mengadakan pelatihan online keberlanjutan usaha, 9-11 Juni 2020. 

Kegiatan bertema “Business Continuity Respon to Pandemic” dikuti puluhan pelaku usaha miro, kecil dan menengah (UMKM) binan BI KPw Kaltara dengan fasilitator dari Asosiasi pelatih “Start and Improve Your Business” (SIYB) ILO Indonesia.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal mengapresiasi atas kerja sama BI Kaltara dan ILO di saat situasi pandemi yang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi.

“UMKM Kaltara  juga terdampak covid-19 antara lain  ada 72 hotel ditutup  dan pelaku UMKM lainnya. Pandemi covid-19 adalah cobaan Tuhan dan kita harus ada upaya  untuk menghadapinya, optimis dan inovatif,” katanya.

Sementara itu, Direktur ILO untuk Indonesia-Timor Leste, Michiko Miyamoto dalam sambutannya menyebut, survei ILO mengungkapkan bahwa dua dari tiga perusahaan yang disurvei di Indonesia menghentikan sementara operasi bisnis untuk sementara waktu atau secara permanen, lebih dari seperempat perusahaan melaporkan kehilangan lebih dari setengah pendapatan mereka, 90 persen terganggu arus kas, dan sekitar 63 persen perusahaan yang disurvei telah kehilangan pekerja.

“Karena itu ILO bekerja sama dengan Asosiasi SIYB Indonesia merespons dengan cepat  dengan mengembangkan modul pelatihan online tentang rencana keberlanjutan usaha. Kita berharap dan bekerjasama agar pandemi ini segera berakhir, bisnis bisa berlanjut dan bertumbuh di masa datang,” tambah Michiko.

Modul keberlanjutan usaha merupakan adaptasi dari Modul Keberlanjutan Usaha ILO selama Pandemi yang dikembangkan pada tahun 2010 dengan menyesuaikan konteks UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. 

Presiden ISA, Rini Wahyu Haryani mengatakan, modul keberlanjutan usaha ini sebagai upaya untuk meminimalkan bahaya yang disebabkan oleh bencana pandemi saat ini.

“Pelatihan ini berfokus pada upaya penyelamatan dan bagaimana UMKM dapat bertahan selama periode tanggap darurat dan menyiapkan rencana pemulihan bisnis pasca pandemi,” katanya. (Rls/Inikata)

Komentar