oleh

Komisioner KPK Soal Firli Naik Helikopter: Dia Bayar

INIKATA.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyampaikan, Ketua KPK Firli Bahuri menyewa helikopter yang digunakan dalam perjalanan pribadinya dari Palembang ke Baturaja. Hal ini menjadi polemik setelah dilaporkan oleh Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) ke Dewan Pengawas KPK, lantara diduga melanggar etik menggunakan helikopter milik swasta.

“Kemarin itu memang yang bersangkutan (Firli Bahuri) cuti ke Baturaja, dia kabarnya kan naik helikopter dan itu memang bayar,” kata Alex di Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Pimpinan KPK dua periode ini menyebut, alasan Firli menyewa helikopter ke Baturaja karena untuk meminimalisir waktu perjalanan. Menurutnya, jika menggunakan kendaraan darat memakan waktu sekitar lima sampai tujuh jam perjalanan.

“Karena pertimbangannya dari Palembang ke kampung dia kalau naik mobil berapa itu, tujuh jam sampai lima jam,” ujar Alex.

Oleh karena itu, Alex meyakini rekannya tersebut menyewa helikopter milik swasta itu untuk meminimalisir waktu perjalanan. Terlebih, dia hanya mengambil cuti satu hari untuk bisa berziarah ke makam orang tuanya di Baturaja.

“Terlepas apa pun pendapat masyarakat, tapi dari sisi efisiensi waktu, itu yang dia pertimbangkan. Karena cuti cuma satu hari,” beber Alex.

Kendati demikian, Alex tak mempermasalahkan Ketua KPK Firli Bahuri diperiksa oleh Dewas KPK terkait laporan MAKI tersebut. Sebab fungsi Dewas KPK sebagai mengawasi kinerja pimpinan hingga pegawai lembaga antirasuah.

“Sejauh ini sudah dilakukan klarifikasi. Yang jelas pasti Dewas akan menindaklanjuti,” jelas Alex.

Sementara itu, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyampaikan, pihaknya pada Kamis (25/6) kemarin mulai mencari bukti terkait penggunaan fasilitas mewah oleh Firli Bahuri. “Klarifikasi juga sudah mulai dilakukan hari ini. Karena yang diadukan adalah Ketua KPK tentu pihak yang diadukan juga akan diklarifikasi oleh Dewas,” ujar Tumpak.

Tumpak mengaku, pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri. Namun, pihaknya terlebih dahulu akan mengidentifikasi terkait fakta tersebut.

“Pengaduan itu sudah kami terima dan Dewas sudah tugaskan tim untuk melakukan identifikasi fakta-fakta lebih lanjut,” beber Tumpak.

Menurutnya, Dewas akan melakukan fungsinya sebagai pengawas dengan sebaik-baiknya. Terlebih adanya laporan soal dugaan etik terhadap Firli.

“Kami akan lakukan tugas pengawasan ini sebaik-baiknya. Terimakasih atas perhatian dari masyarakat untuk terus menjaga KPK agar senantiasa bergerak di relnya,” pungkasnya.

Namun, hingga saat ini Firli Bahuri maupun pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri masih belum menjawab laporan yang dilayangkan MAKI.

Sebelumnya, MAKI melaporkan Ketua Komisi KPK Firli Bahuri ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait dugaan pelanggaran etik. Laporan kali ini menyangkut dugaan gaya hidup mewah jenderal polisi bintang tiga itu.

“MAKI telah menyampaikan melalui email kepada Dewas KPK berisi aduan dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli atas penggunaan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja (Sumatra Selatan) pada Sabtu, 20 Juni 2020,” kata Boyamin dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).

Laporan itu tertuang dalam surat nomor 72/MAKI/VI/2020. Boyamin menuturkan, helikopter yang digunakan Firli merupakan jenis Helimousine President Air yang juga pernah digunakan oleh motivator Tung Desem Waringin. Helikopter tersebut milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO.

Boyamin menyebut, perjalanan Firli ke Baturaja untuk kepentingan pribadi keluarga yakni ziarah makam orang tuanya. Boyamin mengklaim, jarak tempuh dari Palembang ke Baturaja hanya membutuhkan waktu empat jam menggunakan mobil.

“Hal ini bertentangan dengan kode etik pimpinan KPK dilarang bergaya hidup mewah apalagi dari larangan bermain golf. Pelarangan main golf karena dianggap bergaya hidup mewah telah berlaku sejak tahun 2004 dan masih berlaku hingga kini,” tukas Boyamin. (JPC)

Komentar