oleh

KTP Medan, Pelaku Pembakar Mobil Mengaku Kecewa Tak Bisa Bertemu Via Vallen

INIKATA.com – Petugas Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Jawa Timur, menetapkan, status tersangka kepada pelaku pembakar mobil penyanyi Via Vallen. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh petugas.

Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Jawa Timur Kombespol Sumardji seperti dilansir dari Antara di Sidoarjo mengatakan, pelaku berinisial P saat ini sudah ditahan.

”Kami tingkatkan statusnya menjadi tersangka. Kami berhasil meminta keterangan tersangka setelah pengaruh minuman keras yang dikonsumsi tersangka mulai menurun,” kata Sumardji pada Rabu (1/7).

Sumardji mengatakan, motif sementara pelaku pembakaran mobil mewah milik Maulidia Octavia yang populer dengan nama Via Vallen karena sakit hati tidak bisa bertemu dengan penyanyi dangdut idolanya tersebut. Pelaku nekad berangkat ke Tanggulangin, Sidoarjo, dari Cengkareng dengan naik truk secara estafet untuk bertemu dengan Via Vallen.

”Dari keterangan pelaku, dia sudah berada di wilayah Tanggulangin sejak sepuluh hari terakhir,” ungkap Sumardji.

Dia mengatakan, pelaku yang ber-KTP Medan, Sumut, sudah berusaha bertemu dengan penyanyi Via Vallen, namun selalu gagal sehingga membuat pelaku merasa kecewa dan sakit hati.

”Bahkan, menurut versi pelaku saat itu dirinya sempat mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan seperti kamu itu kotor, baju kamu itu lusuh dari seseorang yang menemuinya,” ujar Sumardji.

Pihaknya masih belum mendalami lebih lanjut apakah ada motif lain yang dilakukan oleh pelaku sampai nekad melakukan pembakaran itu. ”Termasuk juga mendalami tulisan ancaman yang dibuat pelaku di tembok rumah Via Vallen,” ucap Sumardji.

Polisi juga mendatangkan psikiater untuk memeriksa kejiwaan pelaku, karena pada awal diperiksa jawabannya membingungkan.

“Untuk kejiwaan masih dilakukan mendalam psikiater, namun yang jelas keterangan yang diberikan akan dicocokkan dengan barang bukti yang berhasil disita petugas,” tutur Sumardji.

Sumardji menambahkan, beberapa barang bukti juga berhasil disita oleh petugas di antaranya adalah botol yang diduga digunakan untuk menyimpan bensin, korek api, dan juga rekaman CCTV.

“Di dalam tas milik pelaku, petugas juga menemukan beberapa peralatan yang digunakan dukun seperti bambu kuning dan jenglot,” terang Sumardji. (JPC)

Komentar