oleh

Ingin Jadi Rewalan Demokrasi di Pilwali Makassar? Ini Syaratnya

MAKASSAR, INIKATA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar saat ini tengah melakukan perekrutan relawan demokrasi untuk pilwali Makassar tahun 2020.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari menuturkan, pendaftaran untuk calon relawan demokrasi dimulai sejak Jumat (3/7) kemarin hingga Kamis (9/7) mendatang.

Pendaftarannya pun dilakukan di kantor KPU Makassar mulai pukul 09:00 hingga 16:00 wita.

Selain itu Endang juga menjelaskan syarat untuk menjadi seorang relawan demokrasi di pilwali Makassar 2020 mendatang.

“Tentu saja dia merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 17 tahun pada saat mendatar, khusus untuk relawan pemilih pemula maksimal berusia 25 tahun,” jelas Endang, Sabtu (4/7). (Hendrik)

Untuk mengikui program Relawan Demokrasi, seseorang harus memiliki persyaratan sebagai berikut:

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Berusia minimal 17 tahun pada saat mendatar, khusus untuk relawan pemilih pemula maksimal berusia 25 tahun.
  3. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat.
  4. Non partisan, sekurang-kurangnya dalam 5 Tahun terakhir tidak menjadi anggota partai politik.
  5. Memiliki komitmen menjadi relawan.
  6. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.
  7. Bertanggung jawab dan berakhlak baik.
  8. Bukan bagian dari penyelenggara pemilihan serentak 2020.
  9. Memiliki pengalaman terkait kegiatan penyuluhan atau aktif dalam organisasi kemasyarakatan atau kemahasiswaan.
  10. Membuat program kerja yang akan dilaksanakan.
  11. Relawan demokrasi diutamakan: a) bagi relawan basis pemilih warga internet mampu mengoperasikan, membuat content/desain/slogan/meme dan memiliki minimal 3 (iga) akun medsos (FB, Twiter, Instagram) dengan followers atau friends minimal 1000 orang untuk relawan basis pemilih warga internet. b) bagi relawan basis komunitas berkedudukan sebagai ketua/anggota komunitas tertentu. c) bagi relawan basis disabilitas berkedudukan sebagai ketua/anggota lembaga penyandang disabilitas. d) bagi relawan basis keagamaan berkedudukan sebagai penyuluh keagamaan Non-PNS.
  12. Bagi peserta yang pernah mengikui kegiatan KPU (Kursus Kepemiluan/ Jambore Demokrasi/ KPU Goes to Campus/ School/ Pesantren) memperoleh prioritas.

Kelengkapan Dokumen:

  1. Fotokopi KTP yang masih berlaku.
  2. Fotokopi ijazah SLTA atau sederajat.
  3. Pas foto 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar.
  4. Surat pernyataan idak menjadi anggota partai poliik sekurangkurangnya dalam 5 (lima) tahun terakhir.
  5. Surat pernyataan kesediaan menjadi relawan demokrasi.
  6. Surat keterangan terdatar sebagai pemilih dari PPS.
  7. Surat pernyataan idak pernah dipidana penjara atau melakukan indak pidana.
  8. Surat pernyataan bukan bagian dari penyelenggara pemilu 2019.
  9. Seriikat/Piagam yang berkaitan dengan kegiatan KPU (bagi yang mempunyai).
  10. Daftar riwayat hidup.

Komentar

Topik Terkait