oleh

Pupuk Kaltim Salurkan 212.053 Ton Urea Subsidi untuk Sulsel

INIKATA.com – Dalam memaksimalkan penyaluran dan pemenuhan kebutuhan petani terhadap pupuk Urea bersubsidi di provinsi Sulawesi Selatan, Pupuk Kaltim memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan periode Januari sapai Juli sudah sesuai dengan ketentuan.

Hingga 6 Juli 2020, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 212.053 ton pupuk Urea subsidi ke berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan, atau sekitar 91% dari alokasi 233.691 ton urea subsidi periode (Januari sampai Desember) 2020, yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Hal ini dipertegas oleh Rangga Yuda Putra selaku Manager Pemasaran PSO2 PT Pupuk Kalimantan Timur, bahwa penyaluran pupuk subsidi di Sulawesi Selatan sudah mulai dilakukan sejak terbitnya Peraturan Menteri Pertanian No.1 dan Perubahanya No.10 Tahun 2020.

Misalnya di Kabupaten Bulukumba, urea subsidi yang telah disalurkan sebanyak 8.858,5 ton atau 94% dari alokasi 9.384 ton, Kabupaten Soppeng sebanyak 12.380 ton atau 100% dari alokasi 12.380 ton, serta kabupaten lainnya yang penyaluran pupuknya juga banyak yang telah mencapai target alokasi yang telah ditetapkan Pemerintah.

”Memang beberapa daerah alokasinya sudah habis tapi kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Daerah dan Kementerian Pertanian untuk dapat dilakukan realokasi Pupuk Per Kabupaten maupun Per Provins,” kata Rangga.

Terkait pemberitaan kelangkaan pupuk bersusbdi yang marak belakangan ini Rangga juga menjelaskan bahwa sesuai Permentan Nomor 1 Tahun 2020, penyaluran pupuk bersubsidi ke petani harus menggunakan E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) serta memperhatikan kuota/alokasi yang sudah ditetapkan di setiap daerahnya.

“Penyaluran pupuk, khususnya subsidi, harus berdasarkan ketentuan yang berlaku, tidak hanya E-RDKK tapi SK Alokasi di setiap kabupaten juga harus ada dan kami tidak bisa menyalurkan kalu alokasinya tidak ada atau habis,” jelas Rangga.

Ditambahkan Rangga, alokasi pupuk bersubsidi secara nasional di tahun 2020 mengalami penurunan jumlah, dari 8.874.000 ton di tahun 2019, menjadi 7.949.303 ton untuk tahun 2020.

Terkait penurunan alokasi subsidi tersebut, petani diimbau tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan pupuk, karena Pupuk Kaltim juga menyiapkan pupuk non subsidi di kios-kios.

“Pupuk non subsidi ini sebagai solusi bagi petani yang belum masuk E-RDKK, maupun mengantisipasi turunnya alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2020,” kata Rangga Yuda Putra.

Untuk menjaga kebutuhan pupuk di daerah, pengadaan pupuk urea subsidi selain dari Bontang, juga akan dipasok dari beberapa Distribution Center (DC) yang tersebar di Surabaya, Banyuwangi, Semarang dan Makassar.

Hal antisipatif lainnya juga terus dilakukan Perusahaan dengan meningkatkan sistem monitoring stok melalui aplikasi Distribution Planning Control System (DPCS).

“Langkah pengamanan distribusi pupuk bersubsidi secara kontinyu juga dilakukan melalui koordinasi dengan Distributor, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), pemerintah daerah setempat, serta membentuk tim posko pengamanan musim tanam yang siap sedia 1×24 jam,” terang Rangga.

Rangga juga mengimbau petani, jika terdapat penyelewengan di lapangan terkait penyaluran pupuk bersubsidi, masyarakat dapat melaporkan hal ini ke KP3 di daerah tersebut.

“Kami berharap dengan komitmen bersama antara Pupuk Kaltim dengan Pemerintah, distributor, kios dan petani, dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah distribusi kami,” terang Rangga.

Rangga juga mengingatkan bahwa Perusahaan akan menindak tegas distributor dan kios resmi yang menyalurkan pupuk bersubsidi jika terbukti melakukan pelanggaran atau penyimpangan.

Sebab pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan yang keberadaannya sangat penting dan dibutuhkan oleh petani, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Rls/Inikata)

loading...

Komentar