oleh

Ketua Bidang Hukum PPNI Sebut Deng Ical Tak Peka Dengan Kondisi Nakes

MAKASSAR, INIKATA.Com – Beban berat yang harus di hadapi tenaga kesehatan di masa pandemi covid-19 kian meningkat. Bahkan mirisnya sebagian dari mereka malah dirumahkan.

Salah satu Rumah Sakit ternama di Kota Makassar (RS Islam Faisal) heboh di jagat maya, karena telah merumahkan 157 pegawainya. Dengan dalih adanya penurunan pendapatan

Menyikap hal tersebut, Ketua Bidang Hukum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Makassar, Ahmad Susanto menilai tindakan RSI Faisal terlalu berlebihan

Pasalnya, 157 pegawai RSI Faisal Makassar yang di rumahkan seharusnya tak berbuntut panjang bila dewan pengawas melakukan evaluasi terhadap kebijakan rumah sakit.

“Harusnya ini selesai secara interen di rumah sakit. Itulah gunanya ada namanya dewan pengawas,” kata Ahmad, kemarin.

Padahal, lanjut Ahmad dewan pengawas punya hak dan wewenang mengkoreksi kinerja Direksi RSI Faisal atau pengambil kebijakan di rumah sakit.

Sehingga, sikap diam dan terkesan adanya pembiaran dari Dewan Pengawas membuat pegawai yang dirumahkan menelan rasa pahitnya kekecewaan

“Mestinya sudah selesai kalau dewan pengawasnya punya respons, punya kepekaan dalam kondisi seperti ini. Bila itu dilakukan, saya kira masalah seperti ini tidak bakalan terjadi. harusnya dewan pengawas kuat,” tegasnya.

Diketahui bahwa salah satu dewan pengawas yang familiar, juga merupakan salah satu Balon Wali Kota Makassar Syamsul Risal atau Deng Ical, pernah menjanjikan kepada pegawai yang dirumahkan untuk bertemu dengan direksi.

Hanya saja, hingga saat ini pertemuan yang didamba dambakan oleh karyawan tersebut tak kunjung terwujudkan

“Sampai sekarang tidak ada pertemuan dan tidak pernah direspons keinginan teman-teman. Kenapa baru sekarang untuk minta ketemu kenapa bukan ketika misalnya, direksi akan mengabil kebijakan seperti ini,” tuturnya.

Menurut Ahmad seharusnya dewan pengawas sudah pasang badan apabila memang betul memiliki kepedulian dan perhatian, terhadap tenanga kesehatan.

“Ini sudah gagal sebagai dewan pengawas kemudian keluar lagi menjanji lagi teman-teman nakes untuk menyelesaikan dan ketemu tapi sampai sekarang juga tidak ada reaksi,” pungkasnya.

(nra)

loading...

Komentar