oleh

11 ASN Pemkot Makassar Mengundurkan diri, Dewan: Ada yang Salah di Kepemimpinan

MAKASSAR, INIKATA.com– Menjadi seorang aparatur sipil negara (ASN) masih diidam-idamkan oleh banyak orang. Bahkan bila ada lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), belasan ribu orang berbondong bondong mendaftarkan diri. Namun, belasan ASN atau PNS di lingkup Pemerintah Kota Makassar justru mengajukan pengunduran diri.

Pelaskana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rakhman membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, ada sebanyak 11 orang PNS di lingkup Pemkot Makassar yang mengajukan pengunduran diri.

“Saya kurang hafal semua itu dari instansi mana, yang jelas ada dari dinas pekerjaan umum, mantan kepala puskesmas, dan dari dinas pemadam kebakaran,” kata Basri, kemarin.

Menurut Basri, asalan sejumlah ASN tersebut mengajukan pengunduran diri beragam. Salah satunya ingin lebih fokus mengurus keluarga, dan ada juga yang karena mendekati masa pensiun. Dari 11 ASN yang mengajukan pengunduran diri tersebut, kata dia, kesemuanya merupakan ASN yang menduduki jabatan administrator di instansi masing-masing.

“Jadi yang mengajukan pengunduran diri semua adalah administrator. Kalau eselon II belum ada (yang mengajukan pengunduran diri),” terangnya.

Menanggapi adanya belasan ASN di lingkup Pemerintah Kota Makassar yang mengajukan pengunduran diri tersebut, anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Kasrudi menduga, hal ini karena ada masalah dari sisi leadership (kepemimpinan) di Kota Makassar.

“Kalau cuma 1 atau 2 orang yang mengundurkan diri karena urusan keluarga, itu masuk akal. Tetapi kalau sampai 11 orang, pasti ada masalah di pemimpinnya ini,” kata Kasrudi.

Olehnya itu, Kasrudi meminta pemerintah kota untuk segera melihat dan mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi pokok persoalan sehingga belasan ASN tersebut mengajukan pengunduran diri.

“Saya sebagai komisi A melihat dari sisi pemerintahan, ini harus cepat dicari tahu apa alasan sehingga mereka mengundurkan diri. Karena ini bisa mengganggu jalannya pemerintahan, dan yang dirugikan masyarakat, karena pelayanan itu terhambat,” ujarnya.

Kasrudi menambahkan, pihaknya di Komisi A DPRD Makassar juga berencana untuk segera menyikapi dan membahas persoalan tersebut dengan memanggil Kepala BKPSDM.

“Harusnya dipanggil secepatnya dan minta klarifikasinya, karena kita harus tahu apa asalan sebenarnya para ASN itu mengundurkan diri. Jabatan yang ditinggal itu juga kan harus diisi secepatnya agar tidak terjadi kekosongan. Pelayanan masyarakat harus tetap berjalan,”pungkasnya. (nra)

Komentar