oleh

Juventus vs Lazio: Laga yang Sangat Penting Bagi Ronaldo?

INIKATA.com – Scudetto yang tak lengkap. Ya, begitulah yang selalu menyertai di balik kesuksesan streak delapan kali Juventus memenangi Serie A sejak 2011–2012.

Di balik keberhasilan dalam merengkuh gelar juara, Juve yang lebih dikenal dengan pertahanan kukuhnya tidak pernah mampu menempatkan pemainnya sebagai capocannoniere, sebutan pencetak gol terbanyak.

Juve hanya pernah meramaikannya pada musim 2015–2016 ketika Paulo Dybala membayangi Gonzalo Higuain kala masih berkostum SSC Napoli.

Musim ini, bersama Cristiano Ronaldo, Juve memiliki asa untuk menyandingkan scudetto dengan capocannoniere.

Hingga giornata ke-33, Ronaldo hanya terpaut satu gol dengan bomber SS Lazio Ciro Immobile. CR7 –sebutan Ronaldo– mengoleksi 28 gol, sedangkan King Ciro –julukan Immobile– membukukan 29 gol.

Duel di Allianz Stadium dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 2 pukul 02.45 WIB) tak ubahnya panggung CR7 versus King Ciro.

Bagi Juve, mengalahkan Lazio berarti menjauhi pesaingnya pada paro pertama kompetisi tersebut. Pertengahan Februari lalu atau tepatnya pada giornata ke-23, Lazio pernah mencicipi capolista alias pemuncak klasemen. Namun, setelah restart, skuad ibu kota itu tampil buruk dengan hanya menang 2 kali, kalah 4 kali, dan seri 1 kali.

Anjloknya performa Lazio berbanding lurus dengan macetnya keran gol King Ciro. Sebaliknya, Ronaldo terus menambah gol.

’’Ini (melawan Lazio) adalah laga yang sangat penting baginya (Ronaldo, Red) karena dia menginginkan gelar tersebut (capocannoniere, Red),’’ ucap gelandang Juve Adrien Rabiot dalam wawancara dengan Sky Italia.

Berkaca pada head-to-head sebelumnya, Ronaldo lebih unggul secara personal. Meski Juve selalu kalah dengan skor 1-3, masing-masing pada giornata ke-15 Serie A (8/12/2019) dan Supercoppa Italiana (23/12/2019), pemain 35 tahun itu masih bisa mencetak satu gol.

Yakni, di Stadio Olimpico dalam Serie A. Sebaliknya, King Ciro scoreless. Bahkan, Immobile mencatat noda gagal penalti di Olimpico.

’’Dia (Ronaldo, Red) hidup untuk memenuhi tantangan itu (mencetak banyak gol, Red). Dia tergoda menuntaskannya dengan bagus dan melampaui jumlah gol Immobile,’’ ujar mantan gelandang yang pernah bermain untuk Juve dan Lazio, Christian Manfredini, sebagaimana dilansir Corriere dello Sport.

Meski begitu, Manfredini tetap menyebut bahwa Immobile punya kesempatan menuntaskan handicap-nya menjebol gawang Juve yang kali terakhir dilakukannya pada 2017–2018 di Turin. Saat itu dia dapat mencetak dua gol.

’’Asalkan dia (Immobile, Red) mampu memanfaatkan jebloknya pertahanan Juve. Jadi, aku pikir situasinya fifty-fifty untuk CR7 dan Ciro dalam menambah gol masing-masing,’’ sambung Manfredini.

Sebagai catatan, ada rekor gol antik yang belum pernah terpecahkan di Serie A sejak 1950–1951. Sejak musim tersebut, belum ada dua attaccante yang bersaing memperebutkan capocannoniere dengan sama-sama menciptakan 30 gol.

Yang terakhir melakukannya adalah Gunnar Nordahl (AC Milan) dan Istvan Nyers (Inter Milan). Nordahl mengakhiri kompetisi dengan 34 gol, sedangkan Nyers 30 gol.

’’Aku rasa mereka (Immobile maupun Ronaldo) bakal melampauinya (30 gol) pada akhir musim nanti. Itu pasti,’’ kata allenatore Lazio Simone Inzaghi yang notabene eks striker kepada Tuttomercatoweb. (Jawapos)

Komentar