oleh

Bantah Amien Rais, Viva Yoga: PAN Tidak Mengemis Kekuasaan

INIKATA.com – Pertemuan Ketua‎ Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu menuai sorotan dari Amien Rais. Hal itu dianggap sebagai upaya mengemis minta jatah kursi menteri di kabinet.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan, partai berlogo matahari ini sowan menemui Presiden Jokowi hanya untuk silaturahmi memperkenalkan kepengurusan yang baru. Bukan meminta jatah menteri.

“PAN ke istana presiden tidak dalam rangka mengemis kekuasaan,” ujar Viva Yoga kepada JawaPos.com, Jumat (24/7).

Menurutnya, PAN bertemu presiden di istana untuk menyambung rasa silaturahmi karena ada acara pelantikan pengurus DPP PAN yang rencananya akan dihadiri presiden, namun karena pandemi Covid-19 sehingga acara pelantikan disederhanakan dengan protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19.

Selain itu, silaturahim ketum PAN ke istana juga bertujuan untuk mengkonsolodisikan kekuatan partai politik di Indonesia dapat secara bersama-sama bergotong-royong membentuk kekuatan untuk berjuang mengatasi permasalahan bangsa.

“Terutama ancaman krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Untuk itulah PAN berdialog dengan kepala pemerintahan, yaitu Presiden Jokowi,” katanya.

Sementara mengenai Amien Rais yang telah dipecat oleh partai. Viva menegaskan, ‎tidak ada sikap dan pemikiran ketua umumnya Zulkifli Hasan untuk mengeluarkan Amien Rais dari PAN.

“Tentu saja juga tidak ada kebijakan pengurus DPP PAN yang menghendaki Pak Amien Rais keluar dari PAN. Kalau ada berita yang menyatakan bahwa Pak Amien Rais telah dikeluarkan dari PAN, itu berita tidak benar dan menyesatkan,” ungkapnya.

Mana mungkin Amien Rais dikeluarkan dari PAN. Karena Amien adalah tokoh reformasi, salah satu pendiri PAN, pernah menjadi ketua umum juga. Amien Rais sangatlah identik dengan PAN. Sehingga tidak mungkin Amien Rais dikeluarkan.

“Sampai hari ini Pak Amien Rais masih milik PAN. Dan saya meragukan jika Pak Amien Rais akan mendirikan partai politik baru,” ungkapnya.‎

Sebelumnya, Amien Rais mengaku kasihan dengan PAN, terutama pada para pengurusnya yang beberapa kali sowan ke Presiden Jokowi. Menurutnya, pengurus PAN periode 2020-2025 tak menggunakan akal sehatnya.

“Saya lihat kemarin, ya Allah semua sowan. Kemudian mohon maaf. Dalam hati saya kasihan ya,” ujar Amien dalam video milik akun KH Tengku Zulkarnain, yang diunggah pada Selasa (21/7).

Kunjungan Zulhas ke Jokowi juga dinilainya sebagai bentuk mengemis PAN untuk masuk ke Kabinet Indonesia Maju. Padahal, sebaiknya pengurus PAN secara ksatria menerima kekalahan di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Kemudian jangan merengek-rengek semua sowan ke Istana, mengemis-ngemis. Itu memalukan sekali,” ujar Amien. (JPC)

loading...

Komentar