oleh

Nadiem Makarim Minta Maaf, Muhammadiyah Tetap Tak Ikut POP

INIKATA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah menyatakan permintaan maaf kepada tiga lembaga, yang memutuskan keluar dari Program Organisasi Penggerak (POP). Mereka antara lain Muhammadiyah, NU, dan PGRI.

Menanggapi itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Kasiyarno pun menyambut baik ucapan maaf itu.

“Ya terima kasih sudah minta maaf ya. Itu suatu hal bagus, tapi permasalahan kita kan bukan hanya Tanoto dan Sampoerna. banyak organisasi lain yang keliatannya bermasalah. Bukan hanya itu, program-program yang ditawarkan mereka nampaknya gak relevan. Jadi kita tetap tidak ikutan di situ (POP),” ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/7).

Kemudian, ia pun menyinggung terkait pernyataan Nadiem yang mengatakan akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap POP, di mana menurutnya harus lebih diperketat lagi.

“Kalau menurut saya sih evaluasi menyeluruh. Dari awal konsepnya seperti apa, itu perlu diperjelas. Gajah itu kriterianya seperti apa, Macan seperti apa, Kijang seperti apa. Kan kemaren ngga ada, yang organisasi abal-abal bisa dapat Gajah, sementara program yang diajukan nggak layak,” terang dia.

“Ngga memenuhi syarat lah. Seperti halnya bahasa Inggris untuk bayi kan tidak memenuhi syarat. Pelatihan prestasi nggak memenuhi syarat itu. Gitu aja kok dapat anggaran miliaran. Inggris untuk bayi kan domainnya bukan di sini. POP kan untuk guru dan kepala sekolah,” jelasnya.

Untuk itu, Kemendikbud diminta untuk lebih sering berkomunikasi dan transparan mengenai evaluasi. Sebab, menurut dia, sebelumnya mereka cara berkomunikasi kurang baik.

“Iya betul (kurang komunikasi), itu termasuk yang diumumkan kemarin harus dikoreksi dulu. Termasuk sistem diperbaiki, konsepnya seperti apa. Kemudian disosialisasikan ke masyarakat. Banyak kok unsur pendidikan yang sebenernya mampu. Ngga perlu harus mengundang LSM yang belum jelas,” tutupnya. (JPC)

loading...

Komentar