oleh

Djoko Tjandra Bisa Dipenjara Lebih Dari Dua Tahun

INIKATA.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai Djoko Tjandra bisa dipenjara lebih lama dibanding vonis hakim 2 tahun dalam kasus cessie bank Bali. Berdasarkan perbuatannya selama ini, Djoko Tjandra bisa dikenakan pidana baru.

“Djoko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara dua tahun,” kata Mahfud saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8).

Mahfud menyampaikan, dalam kasus Surat Jalan, Djoko Tjandra juga bisa dikenakan pidana. Apalagi bila terbukti ada penyuapan kepada oknum aparat yang melindunginya selama ini. “Pejabat-pejabat yang melindunginya pun harus siap dipidanakan. Kita harus kawal ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Mahakamah Konstitusi itu mengatakan, suap merupakan bagian dari tindak pidana korupsi. Sehingga setiap orang yang terlibat dalam proses tersebut, bisa dikenakan pidana.

“Korupsi mencakup tujuh jenis tindak lancung, misalnya gratifikasi, penggelapan jabatan, mencuri uang negara dengan mark up atau mark down dana proyek, pemerasan, dan sebagainya. Jadi jika Djoko Tjandra itu diduga menyuap, artinya dia diduga korupsi,” pungkas Mahfud.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan, penangkapan terhadap Djoko Tjandra dilakukan di Malaysia. Proses pemulangan dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Malam ini sudah kita buktikan dengan adanya penangkapan dan sudah dijemput bapak Kabareskrim di Malaysia dan saat ini sedang dalam perjalanan,” kata Argo di Bandara Halim Perdanakusuma , Jakarta Timur, Kamis (30/7).

Sementara Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penangkapan Djoko Tjandra dilakukan oleh tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Tim berhasil mengidentifikasi keberadaan Djoko Tjandra di Malaysia.

“Kapolri mengirim surat ke polisi Diraja Malaysia untuk bersama-sama mencari. Tadi siang didapat info yang bersangkutan target bisa diketahui,” kata Listyo. (JPC)

loading...

Komentar