oleh

163 Pasang Catin di Maros Daftar Nikah, Begini Cara Bimwin Sesuai Protokol

MAROS, INIKATA.com – Kemenag Maros menggelar bimbingan perkawinan (Bimwin) bagi 163 pasang calon pengantin (catin) mulai Rabu ini (5/8) hingga 10 hari ke depan secara berturut-turut.

Pelaksanaan bimwin digelar di tiga lokasi berbeda yakni di aula Kemenag lama, KUA Kecamatan Maros Baru dan KUA Kecamatan Lau. 

Sebanyak 125 pasang catin dibagi dalam lima angkatan, tiap angkatan diikuti 25 pasangan catin dan berlangsung selama dua hari. Lima angkatan secara berturut-turut dengan alokasi waktu selama 10 hari, dilaksanakan di aula Kemenag lama. 

Sementara itu, bimwin di KUA Maros Baru diikuti sebanyak 22 pasang catin dan di KUA Kecamatan Lau sebanyak 16 pasang catin masing-masing selama dua hari. 

Kegiatan ini dilaksanakan terpisah juga dengan jumlah terbatas dengan mempertimbangkan aspek kapasitas ruangan agar bisa menerapkan physical distancing atau jaga jarak. 

Masing-masing peserta dibagikan masker dan disiapkan cuci tangan serta tempat duduk diatur berjarak. Selain untuk penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19, pembagian lokasi ini juga dimaksudkan untuk mempermudah mobilitas catin terutama bagi mereka yang akan menikah sebelum tanggal 9 Agustus. 

Kebiasaan di masyarakat jika sudah mendekati hari H, pasangan sudah mulai disibukkan dengan berbagai persiapan acara pesta sehingga sangat terbatas waktu dan mobilitasnya. Dengan melaksanakan di KUA masing-masing, diharapkan pasangan catin tetap antusias mengikuti bimwin. 

Adapun pasangan catin yang akan menikah pada tanggal 9 s/d 15 Agustus mengikuti Bimwin di aula Kemenag lama. 

Kakan Kemenag Maros, Muhammad Tonang meminta kepada seluruh jajarannya baik kepala seksi, kepala KUA kecamatan dan kepala Madrasah pencegahan Covid-19 terintegrasi dengan berbagai program yang ada di masing-masing satker. 

“Seluruh pasangan calon pengantin agar nantinya dalam menjalani bahtera rumah tangga memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dan menjalankan dengan penuh amanah karena pernikahan adalah perintah dan bernilai ibadah. Disamping itu, pernikahan adalah proses pematangan menuju kedewasaan yang sesuai dengan tuntunan syariat,” sebut Muhammad Tonang.

Bagi masyarakat Bugis-Makassar, kata Tonang, bulan haji Dzulhijjah termasuk satu bulan yang banyak dipilih untuk menyelenggarakan pernikahan. 

Sambung Muhammad Tonang, pada bulan ini utamanya setelah hari raya Idul Adha, ada lonjakan jumlah peristiwa nikah di KUA jika dibanding dengan bulan-bulan lain.

KUA Kecamatan selaku instansi yang bertanggung jawab melayani dan membina masyarakat dalam proses pernikahan memiliki program bimbingan perkawinan (bimwin) bagi pasangan calon pengantin. 

Bimwin ini bertujuan untuk menyiapkan mental dan memberikan pemahaman  kepada calon pengantin bagaimana seluk beluk meniti bahtera rumah tangga menjadi Sakinah, Mawaddah Warahmah.(sir)

Komentar

Topik Terkait