oleh

517 Narapidana ASPC-Tucson Whetstone Arizona Positif Covid-19

INIKATA.com – Virus corona menyergap para napi di beberapa penjara negara bagian Amerika. Di Arizona lebih dari 500 narapidana telah dites positif Covid-19 sementara di penjara California sejauh ini tercatat ada 22 kasus kematian akibat virus tersebut.

Departemen Lembaga Permasyakatan Arizona mengatakan bahwa 517 narapidana di penjara ASPC-Tucson Whetstone telah dites positif Covid-19.

Saat ini para napi ditempatkan dalam satu kelompok bersama di daerah terpisah dan menerima perawatan medis yang sesuai. Mereka tidak akan diizinkan kembali ke populasi umum sampai dinyatakan sembuh secara medis.

Sejauh ini virus corona telah menyerang beberapa penjara AS, rumah bagi populasi penjara terbesar di dunia, yang terdiri dari 2,3 juta narapidana. Para pejabat lapas tidak dapat memaksakan peraturan jarak sosial karena kondisi penjara yang padat, selain itu mereka juga menghadapi kekurangan tenaga medis serta alat pelindung diri.

Arizona yang memiliki populasi 7,3 juta penduduk telah melaporkan lebih dari 180 ribu kasus virus corona, di mana 1.429 di antaranya berada di penjara. Sejauh ini telah terjadi tujuh kematian akibat Covid-19 di penjara negara bagian tersebut.

Tak kalah mengerikan dari penjara Arizona, California juga telah melaporkan 51 narapidana yang meregang nyawa akibat terinfeksi virus corona di dalam tahanan, termasuk kematian 22 napi di penjara San Quentin yang terkenal kejam di utara San Francisco.

“Korban terbaru meninggal 4 Agustus karena komplikasi yang terkait dengan Covid-19,” kata Departemen LP California, seperti dikutip dari AFP, Kamis (6/8). Sehari sebelumnya otoritas penjara melaporkan kematian seorang narapidana San Quentin yang didakwa hukuman mati setelah tertular Covid-19, sementara lima narapidana lainnya meninggal antara 24 dan 26 Juli.

Hingga saat ini California dengan populasi 40 juta penduduk telah melaporkan lebih dari 524 ribu kasus virus corona dan 9.700 kematian. Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus, penjara-penjara mulai ditutup sejak 11 Maret lalu.

Pihak berwenang di negara bagian itu juga telah membebaskan sebanyak 15.683 narapidana dengan kejahatan ringan atau yang mendekati akhir masa hukuman mereka. (RMOL)

Komentar