oleh

Hasil Audit Keluar, Pembangunan Masjid 99 Kubah CPI Makassar Dilanjutkan

INIKATA.com – Hasil audit tim fakultas teknik Universitas Hasanuddin Makassar menyatakan, konstruksi Masjid 99 Kubah Centre Point Of Indonesia (CPI) cukup aman. Sehingga, pembangunan ikon baru Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tersebut bisa dilanjutkan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta lembaga independen, Center Of Technolgy Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar, melakukan audit terhadap konstruksi bangunan Masjid 99 Kubah CPI.

Menurut Ketua Tim Audit Konstruksi Center of Technology Unhas Rita Irmawaty seperti dilansir dari Antara di Makassar, secara keseluruhan konstruksi dalam kondisi aman. Tidak ada masalah dalam penurunan struktur. Tapi dia tidak menampik, beberapa bagian masjid perlu ada perbaikan yang sifatnya cacat struktur saja bukan major.

”Hanya ada bocor di lantai dua, mungkin karena atap belum tertutup secara keseluruhan. Bahkan struktur masjid 99 kubah sendiri sangat aman karena duduk di atas tanah keras,” jelas Rita.

Berdasar hasil audit sementara Center Of Technology FT Unhas ada beberapa rekomendasi sebagai acuan untuk kembali melanjutkan pembangunan. Yakni, ditemukan cacat di permukaan beton segregasi, colt joint, dan selimut beton, tetapi dapat diperbaiki dengan metode patching menutup permukaan beton dengan mortar. Selain itu, ditemukan beberapa kebocoran di atap sehingga menyebabkan kerusakan plafond.

Dia menjelaskan, hasil tes atas kekuatan beton, terdapat beberapa titik yang memiliki nilai rendah sehingga diperlukan evaluasi terhadap kapasitas struktur. Untuk pondasi masih memiliki kapasitas yang cukup untuk memikul bangunan masjid.

”Terdapat potensi penurunan jangka panjang di sekitar lokasi tapak bangunan akibat tidak adanya perbaikan tanah untuk mempercepat penurunan sebagai akibat beban timbunan reklamasi. Selain itu, struktur lantai basement perlu memperhatikan pengaruh dari proses penurunan konsolidasi yang diperkirakan kisaran 20–30 sentimeter dalam jangka sepuluh tahun ke depan,” papar Rita.

Sementara itu, Plt Kepala Inspektorat Sulsel Abel Rante menyampaian, pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil sikap. ”Tidak ada niat pemerintah mengabaikan pembangunan. Kami hati-hati agar tidak salah langkah, tidak mungkin ada pembiayaan tanpa ada perencanaan yang baik,” ujar Abel.

Setelah audit konstruksi selesai, sambung Abel, pemerintah akan memiliki dasar untuk merencanakan kelanjutannya.

”Prinsipnya, pemerintah tidak mungkin menelantarkan anggaran besar. Pak Gubernur pasti berharap jangan sampai biaya yang dikeluarkan banyak tetapi tidak selesai karena ada masalah dalam hal konstruksi,” tambah Abel.

Pemeriksaan konstruksi masih akan dijalankan, kini dari tim internal Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel. ”Saya pikir, Pak Gubernur tidak akan mungkin membiarkan pembangunan salah satu destinasi wisata religi ini sia-sia. Toh ini untuk masyarakat umum beribadah,” ujar Abel. (JPC)

loading...

Komentar