oleh

Pelatih Timnas Minta Pemain Swab Test di Rumah Sakit Berbeda

INIKATA.com – Bisa jadi ini salah satu pertimbangan mengapa hingga kemarin timnas belum juga menggelar training camp (TC). Sebab, ada isu bahwa salah satu penggawa timnas positif Covid-19. Isu semakin kencang setelah pelatih timnas Shin Tae-yong ingin seluruh pemainnya melakukan swab test lagi di rumah sakit berbeda dengan sebelumnya.

Hal tersebut dikatakannya kemarin (5/8). Pelatih asal Korea Selatan itu menuturkan, swab test di rumah sakit berbeda tersebut sebagai opsi lanjutan agar TC segera dilaksanakan. Dia pun berencana melangsungkan TC yang sudah dua kali tertunda pada Jumat (7/8) besok. ’’Saya ingin memastikan seluruh pemain tidak terkena Covid-19 sebelum memulai latihan di lapangan. Kami juga meminta tim medis melakukan second opinion (swab test lagi) ke rumah sakit lainnya,’’ tegasnya.

Kepala Tim Medis PSSI yang juga dokter timnas Syarif Alwi menjelaskan, pihaknya akan menuruti apa yang diminta Shin Tae-yong. Yakni, melakukan opsi lanjutan swab test kepada pemain di rumah sakit berbeda. ’’Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan Covid-19 yang diminta oleh pelatih dan menunggu arahan selanjutnya dari federasi,’’ bebernya.

Jika itu dilakukan, skuad timnas −baik senior maupun U-19− sudah melakukan empat kali swab test sejak kali pertama berkumpul pada 23 Juli lalu. Tes terakhir yang diikuti 98 pemain berlangsung pada 30 Juli lalu. Hal tersebut dilakukan agar TC perdana bisa dimulai pada 1 Agustus.

Faktanya, TC batal dilaksanakan. Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan memaparkan bahwa TC batal dilakukan karena hasil swab test ketiga belum keluar. Pihaknya tidak mau mengambil risiko dengan menggelar TC sebelum mengetahui hasil swab test.

Itulah yang kemudian memunculkan isu bahwa ada salah seorang pemain timnas yang positif Covid-19. Bahkan, Sesmenpora RI Gatot S. Dewa Broto menimpali bahwa PSSI harus terbuka kepada masyarakat. Terbuka jika memang ada pemain timnas yang positif Covid-19 dari hasil swab test. ’’PSSI mungkin masih cari timing yang pas,’’ kata Gatot kemarin.

Menurut dia, jika PSSI mengumumkan ada pemain timnas yang positif Covid-19, itu bakal jadi keputusan yang tepat. Sebab, pihaknya segera berkoordinasi dengan internal PSSI sebelum meresponsnya kepada publik. ’’Andai ada kasus Covid-19, PSSI kan memiliki dokter untuk mengendalikannya. Saya melihatnya seperti itu,’’ bebernya.

Gatot berharap PSSI punya cara yang benar agar tidak ada kesan menutup-nutupi permasalahan yang ada. Harapannya, TC timnas tidak jadi klaster baru persebaran Covid-19. ’’Jangan sampai itu terjadi. Saya meminta PSSI untuk mengeluarkan kebijakan taktis. Minimal jika ada indikasi ke sana, yang positif Covid-19 harus benar-benar dipisahkan,’’ harapnya.

Pelatih Madura United Rahmad Darmawan ikut angkat bicara mengenai isu yang ada. Apalagi, ada dua pemainnya di TC timnas tersebut. Yakni, Asep Berlian dan Fachrudin Aryanto. Harus diakui, sempat muncul kekhawatiran.

’’Tapi kembali lagi, saya sebagai pelatih harus percaya pada SOP dari PSSI. Harus percaya pada pelatih timnas jika memang pemain saya mendapat treatment dengan baik di sana,’’ bebernya. Dia juga yakin Shin Tae-yong sebagai pelatih profesional menyadari apa yang dilakukannya.

Pria yang akrab disapa RD itu menambahkan, dirinya memang sempat menghubungi anak asuhnya, khususnya Asep Berlian. Dia sempat berbicara selama Asep menjalani TC. ’’Karena dia baru lahiran, saya ucapkan selamat. Kondisinya baik-baik saja. Kembali lagi, saya tidak mau ikut campur. Saya harus percaya kalau pemain Madura United di sana dilatih dengan baik ya,’’ ungkapnya. (JPC)

loading...

Komentar