oleh

Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara, Gilang Bungkus Tertunduk Lesu

INIKATA.com – Gilang Bungkus akhirnya ditangkap di kediamannya di Kapuas, Kalimantan Tengah pada Kamis (6/8). Pelaku pelecehan seksual dengan modus penelitian itu langsung dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk diamankan. Dalam konferensi pers pada Sabtu (8/8), Gilang ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis.

“Tersangka terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual bermodus penelitian. Sejak tahun 2015, sudah ada total 25 korban yang dijerat tersangka,” ujar Kombes Pol Johnny Eddizon Isir ISIR, S.I.K., M.T.C.P dalam konferensi pers.

Gilang dijerat Pasal 27 ayat (4) Jo pasal 45 ayat (4) dan atau pasal 29 Jo pasal 45B UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau pasal 335 KUHP. Gilang terancam hukuman penjara 6 tahun penjara.

Johnny mengungkapkan, Gilang mengancam korbannya untuk bunuh diri jika menolak untuk membantunya.

“Modusnya adalah menghubungi korban untuk membantu penelitian. Lalu korban diikat dan dibungkus dengan kain jarik seperti pocong,” sebut Johnny.

Setelah itu, tersangka merekam video korban ketika diikat sebagai pocong. Dalam proses itu, korban merasa kesakitan dan sesak napas. Terlebih lagi, posisi wajah korban tertutup sehingga tidak bisa melihat apa yang dilakukan Gilang.

“Hasil rekaman dikirimkan pada korban. Kemudian tersangka mengatakan masih ada aspek yang kurang dan meminta korban untuk kembali melakukannya,” tutur Johnny.

Gilang yang pada saat konferensi pers berada di samping Johnny hanya tertunduk. Terlebih ketika Johnny yang didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombe Pol Trunoyudo menunjukkan berbagai barang bukti yang disita dari kos-kosan dan rumahnya berupa 1 kain jarik batik, 1 kain putih, 1 tali putih dan 1 tali hitam.

“Salah satu korban berinisial F juga memiliki beberapa barang bukti, yaitu kain jarik batik, 1 tali rafia dan 2 lakban hitam,” ungkap Johnny.

Penyidikan yang dilakukan Polrestabes Surabaya akan masih berlanjut. Berikutnya, Johnny dan jajarannya akan mendalami hasil penyelidikan psikologi untuk melihat kondisi psikologis tersangka.

“Di sisi lain, Polrestabes juga akan mendampingi kondisi psikis korban,” lanjutnya.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, call center Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair bungkam ketika ditanya mengenai jumlah korban.

“Kasus sudah ditangani kepolisian,” jawab call center ketika dihubungi via WhatsApp. Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Dr. Suko Widodo mengatakan tidak ada tanggapan lagi karena kasus sudah dilimpahkan pada pihak berwenang. (Jpc)

loading...

Komentar