oleh

Persebaya Tunggu Kepastian Protokol Kesehatan

INIKATA.com – Manager meeting Liga 1 2020 selesai digelar Jumat (7/8). Tapi, tidak semua keluhan klub terjawab dalam pertemuan tersebut. Manajemen Persebaya Surabaya menilai masih banyak poin yang belum dituntaskan.

Pertama, masalah protokol kesehatan. Memang, PSSI sudah membahas swab test yang akan dilakukan semua klub. Dari 12 kali swab test selama kompetisi berjalan, 11 di antaranya ditanggung federasi.

Klub hanya membayar satu kali swab test. Yakni, sebelum kickoff lanjutan Liga 1 2020 dimulai pada 1 Oktober nanti.

’’Sayang, PT LIB belum menuntaskan detail-detail teknis protokol kesehatan,’’ kata Candra Wahyudi, manajer Persebaya.

Padahal, itu salah satu problem yang dikeluhkan Persebaya selama ini. Persebaya sejatinya sudah siap menggelar latihan. Tapi masih ditunda karena menunggu panduan protokol kesehatan dari federasi.

’’Padahal, itu (protokol kesehatan) sangat penting untuk melindungi liga dari ancaman Covid-19,’’ tambah Candra.

Soal protokol kesehatan, Candra mengaku pihak LIB akan membahas secara terpisah. Pembahasan dilakukan dengan tema medical workshop pada September nanti.

Artinya, bisa saja protokol kesehatan baru terbit pasca pertemuan bulan depan tersebut. Jika benar demikian, Persebaya bisa menunda latihan sampai awal September.

Pihak manajemen memang tidak bisa gegabah dalam menentukan jadwal latihan.

’’Karena aktivitas Persebaya bergantung pada situasi Surabaya yang sejauh ini masih dinyatakan zona merah,’’ jelas pengganti Chairul Basalamah tersebut.

Karena itu, manajemen tidak mau ambil risiko. Sebab, jika memaksakan latihan, kesehatan pemain, pelatih, dan ofisial bisa saja terancam.

Hal itu pula yang membuat Persebaya belum bisa menentukan tempat untuk menggelar latihan. Termasuk home base Persebaya musim ini.

Sejauh ini, Sidoarjo menjadi opsi paling realistis. Sebab, dua stadion di Surabaya, yakni Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November, masih direnovasi.

’’Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk untuk menentukan home base,’’ tegas pria asli Bojonegoro tersebut.

Soal kepastian latihan, pelatih Persebaya Aji Santoso memang masih menunggu manajemen. Sebenarnya, pelatih 50 tahun itu berharap tim sudah berlatih pekan depan.

Tapi, dengan belum jelasnya protokol kesehatan dari PSSI, keinginan Aji itu tampaknya sulit terwujud. Padahal, Aji menilai latihan sebelum kompetisi idealnya dilakukan selama dua bulan.

Artinya, target Aji menggelar latihan pada Agustus bisa meleset. Sejatinya, dia menilai hal itu cukup merugikan.

Tapi, Aji sadar, dalam kondisi seperti ini, kesehatan lebih penting daripada apa pun. Karena itu, kalaupun latihan harus mundur, dia mengaku tidak masalah.

’’Karena saya kan harus menunggu protokol kesehatan dari federasi. Kalau nggak ada itu, kami nggak bisa melangkah. Kami harus patuh aturan,’’ terang mantan pelatih Persela Lamongan dan Arema FC tersebut. (gus/jawapos)

Komentar