oleh

Kasusnya dengan Medina Zein Dihentikan, Irwansyah Angkat Bicara

INIKATA.com – Irwansyah dengan didampingi kuasa hukumnya Zakir Rasyidin angkat bicara, terkait kasus dugaan penggelapan dana senilai Rp 1,9 miliar laporan Medina Zein. Mereka menyatakan bahwa kasus hukumnya sudah dihentikan tertanggal 10 Agustus 2020.

Penghentian kasus ini dibuktikan dengan dikeluarkannya Surat Penghentian Penyidikan (SP3) oleh polisi, karena dinilai kasus ini bukan kasus pidana. Irwansyah dan Zakir pun mengucapkan rasa syukur dihentikannya permasalahan tersebut.

“Alhamdulillah memang kita sudah dapat hasilnya. Dan hasilnya ya SP3. Mungkin kalau tentang dengan SP3 itu, Mas Zakir kali yah yang bisa menjelaskan secara detailnya,” kata Irwansyah saat ditemui di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

Zakir membenarkan bahwa kasus yang membelit kliennya sudah dihentikan oleh penyidik. Hal ini menunjukkan, katanya, dugaan bahwa Irwansyah melakukan sebuah tindak pidana penggelapan dana tidak terbukti.

Baca juga: Irwansyah Diperiksa Polisi Terkait Laporan Dugaan Penipuan

“Sampai pada akhirnya pada 10 Agustus kemarin, Polrestabes Bandung sudah memberikan kami surat perintah penghentian penyidikan. Artinya SP3 ini adalah bukti bahwa perkara yang dituduhkan kepada Mas Irwan selama ini tidak benar,” ungkap Zakir.

Dikeluarkannya surat SP3 itu mengacu pada pasal 109 ayat 2 KUHP, dimana sebuah perkara bisa saja dihentikan atas tiga alasan. Bisa karena tidak cukup bukti, perbuatan yang dituduhkan bukan termasuk pidana, atau dihentikan demi hukum.

“Terkait SP3 Mas Irwansyah itu diterbitkan dengan alasan bukan merupakan tindak pidana. Jadi sekali lagi saya katakan, bukan merupakan tindak pidana. Alasannya clear ya,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Zakir juga mengomentari soal tudingan netizen bahwa kasus yang membelit Irwansyah dihentikan sementara. Zakir pun tegas menyatakan SP3 yang kini diperoleh kliennya bersifat permanen dan bukan sementara. Sebab dalam atuan yang berlaku, katanya, tidak mengenal istilah SP3 sementara.

“Di dalam KUHAP tidak ada SP3 sementara, itu yang perlu saya tegaskan. Begitu pula dalam surat SP3 yang kami terima, tidak ada satu katapun yang mengatakan sementara,” tegasnya. (JPC)

loading...

Komentar