oleh

Dugaan Mal Praktik, Oknum Dokter RSUD Bulukumba Dipolisikan

BULUKUMBA, INIKATA.com – Keluarga almarhuma Andi Rasti Dwi Rahayu resmi mengadukan pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Andi Sultan Dg Radja Bulukumba ke Polres Bulukumba, atas dugaan kelalaian dan pembiaran yang mengakibatkan almarhuma meninggal dunia bersama calon bayi dalam kandungannya.

Pihak keluarga Andi Haris Ishak, bersama suami almarhuma Iksan Ade Musba, didampingi oleh kuasa hukumnya, Zamzam, membawa surat pengaduan ke Mapolres Bulukumba, Kamis (13/08/2020) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kuasa hukum pihak keluarga almarhuma, Zamzam menjelaskan, bahwa kliennya mengadukan manajemen RSUD secara umum dan secara khusus oknum dokter RSUD yang menangani pasien.

“Pihak RSUD lalai dalam menangani pasien, khususnya dokter yang menangani. Tidak melakukan tindakan apa-apa merupakan salah satu bentuk kelalaian dan pembiaran, yang bisa dikatakan sebagai mala praktik,” ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, pada pengaduan tersebut ia menggunakan pasal 359 KUHP, dengan dugaan mal praktik yang dilakukan oleh pihak RS khusus oknum dokter yang menangani pasien.

“Kita pakai pasal 359 KUHP, karena memang ada unsur kelalaian yang menyebabkan kerugian terhadap pasien yang ditangani,” terangnya.

Sebelumnya. dokter yang menangani pasien di RSU dr Rizal kepada awak media, beberapa waktu lalu, membantah pihaknya melakukan pembiaran terhadap pasien.

“Kalau kami dituding melakukan pembiaran dan tidak memperhatikan pasien itu tidak benar. Sebab pemantauan denyut jantung janin dan kontraksi dipantau tiap jam,” jelasnya.

Adapun keluarga menyebut tidak ada dokter yang stand by, Rizal menjelaskan bahwa seorang dokter ahli memang tidak on time di rumah sakit.

“Yang stand by itu dokter umun, bidan dan perawat. Terkecuali dalam keadaan urgency (darurat) baru dokter ahli yang tangani,” pungkasnya. (Dirman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait