oleh

Takalar Masuk Daerah Serapan Belanja Rendah, Ini Penjelasan BPKAD

TAKALAR, INIKATA.com – Pemerintah Daerah Takalar terpuruk dalam realisasi belanja daerah. Tercatat Takalar masuk empat besar daerah yang lambat dalam merealisasikan atau mencairkan anggaran pendapatan belanja daerah pada bulan Januari Hingga Juni tahun 2020.

Dalam rilis Kemendagri, 10 daerah yang realisasi belanjanya tak sampai 21%, antara lain: Kabupaten Deiyai 15,28%, Boven Digoel 16,46%, Tolikara 17,02%, Takalar 19,30%, Manokwari 19,37%, Pegunungan Bintang 19,47%, Pulau Taliabu 19,90%, Konawe 20,16%, Mimika 20,38%, dan Kabupaten Jayawijaya 20,84%.

Saat dikonfirmasi, Gazali Mahmud, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Takalar mengatakan, terkait realisasi belanja semester 1 tahun 2020 yang hanya sekitar 19% merasa heran dikarenakan beberapa organisasi perangkat daerah serapan anggaran sudah sekitar 40%.

Gazali juga mengungkapkan kemungkinan penyebab rendahnya anggaran belanja daerah yang dirilis kemendagri disebabkan adanya pemotongan yang kurang lebih Rp 100 miliar yang belum di lakukan penyesuaian.

“Terkait rendahnya belanja daerah untuk semester 1 kemungkinan dikarenakan belum di lakukannya penyesuaian anggaran terkait pemotongan anggaran yang kurang lebih 100 Milyar”Ujarnya Gazali. (ZQ)

loading...

Komentar