oleh

Ayah yang Aniaya Bayinya di Luwu Timur Terancam 5 Tahun Penjara

MALILI, INIKATA.com – Seorang ayah N (39) warga Perumahan Nelayan Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, tega menganiaya anak kandungnya sendiri.

A bayi yang masih berumur 10 bulan diduga dianiaya oleh ayahnya sendiri. Kejadian tersebut diduga terjadi karena sang ayah jengkel dan capek mendengar anaknya yang terus menangis.

Kejadian penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat 19 September lalu sekitar pukul 04.30 wita di Perumahan Nelayan, Desa Wewangriu Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko, kepada wartawan mengatakan, pelaku melanggar pasal 80 ayat 1 UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI no 23 tahun 2020 tentang perlindungan nak subsider pasal 44 ayat 1 UU no 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga subsider pasal 351 ayat 1 KUH Pidana.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak lima belas juta rupiah, pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan atau denda paling banyak tujuh puluh dua juta rupiah dan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya empat ribu lima ratus rupiah,” katanya.

“Terduga pelaku telah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan, dengan ancaman paling lama lima tahun penjara, komulatif diambil ancaman yang tertinggi,” jelasnya.

Sebelumnya, kejadian bermula saat J istri pelaku pergi ke TPI untuk menjual ikan dan pelaku berada dirumah bersama dengan ke 5 orang anaknya. Tidak lama kemudian anak sulung pelaku R menuju ke TPI dan menyampaikan ke ibunya jika adiknya dipukul oleh ayahnya.

Mendengar hal tersebut, ibu korban meninggalkan TPI dan bergegas menuju rumahnya. Sesampainya dirumahnya ia langsung menggendong anaknya dan melihat ada luka lebam pada pipi kanan dan kiri serta merah pada pipi kanan dan kiri.

Pada saat itu sang ibu sempat menanyakan terkait alasan mengapa sampai memukul anaknya dan suaminya menjawab jika ia capek mendegar anaknya terus menerus menangis. (Asril)

Komentar

Topik Terkait