oleh

Oknum Polisi DPO Narkoba Diamankan Sat Res Narkoba Polres Bulukumba

BULUKUMBA, INIKATA.com – Oknum Polisi Brigpol ABS yang menjadi Daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Makassar terkait kasus narkoba berhasil diamankan Sat Res Narkoba Polres Bulukumba.

Beberapa bulan menjadi DPO, ABS diamankan saat hendak melaporkan Kendaraan bermotor yang digelapkan di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) di Jalan Poros Bukukumba- Sinjai.

Wakapolres Bulukumba, Kompol Syarifuddin menjelaskan, Brigpol ABS menjadi DPO setelah beberapa pelaku pengedar Sabu yang ditangkap menyebut barang haram di peroleh dari dirinya 

Meski demikian, Apakah ABS tersangka sebagai Bandar atau pengedar, kata Syarifuddin hal tersebut masih dalam penyelidikan.

Lanjut Polis berpangkat 3 Bunga itu,.menceritakan ABS Di tangkap saat ingin melapor penggelapan kendaraan bermotor di sentra palayananan  kepolisian terpadu (SPKT) Jumat (18/9/2020).

“ABS berniat ingin melapor dugaan penggelapan sepeda motor, petugas SPKT langsung hubungi Res Narkoba. Dia laporkan kalau yang selama ini DPO (Brigpol AB) ada di SPKT,” pada saat itulah ABS di tangkap. 

Saat ABS akan ditangkap petugas, dia mencoba melawan menggunakan senjata tajam jenis badik.

Namun Anggota berhasil mengantisipasi gerakan pelaku saat mencabuk badik yang disimpan pada pinggangnya,”  ungkap Kompol Syariduddin, Senin (21/9/2020) saat jumpa pers.

Usai diamankan petugas, pelaku kemudian diinterogasi demi penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil interogasi itu, polisi lalu melakukan pengembangan.

Di kediaman pelaku narkoba di Kecamatan Ujung Bulu, Kota Bulukumba, saat melakukan pengeledaan  polisi  berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

“Ada beberapa barang bukti yang berhasil diamankan, diantaranya 3 saset sabu, 1 plastik kosong, sumbu pembakaran, batang kaca pirex, 2 korek gas, satu senjata rakitan air soft gun, 8 butir amunisi aktif, serta satu senjata tajam jenis badik,” jelas Syarifuddin.

Diketahui, Selain kasus narkoba, ABS juga merupakan DPO desersi di mabes kota Makassar.

Menurut syarifuddin, Pelaku melakukan perbuatan melanggar hukum dikarenakan tergiur untung banyak, yang semestinya tidak dilakukan seorang polisi.

Akibat perbuatannya, pelaku kini diamankan di Mapolres Bulukumba, untuk sementara dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 dengan ancaman 5  sampai  20 tahun penjara dan denda 2 milliar rupiah. (Dirman)

Komentar