oleh

Sidang Praperadilan Polres Pelabuhan, Yusuf Rajab: Kita Menduga Ada Manipulasi Alat Bukti

INIKATA.COM, MAKASSAR – Sidang lanjutan praperadilan dalam kasus dugaan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh RB (50), RP (27), WB (26) dan DA (18), kembali dilaksanakan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (23/9).

Dalam sidang lanjutan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Johoras Siringo Ringo dengan agenda mendengar keterangan saksi dari pihak termohon dalam hal ini pihak Polres Pelabuhan Kota Makassar.

Dimana saksi yang dihadirkan masing – masing, Claudia dan Nasdar yang merupakan anggota Polres Pelabuhan yang melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku tersebut.

Penasehat Hukum terdakwa RB, M Yusuf Rajab menyoroti sikap yang semberonoh yang dilakukan oleh Polres Pelabuhan yang menetapkan tersangka tanpa adanya upaya klarifikasi terlebih dahulu dari terduga tersangka.

“Pihak kepolisian juga tidak melakukan pemanggilan klarifikasi, sejauh ini kami menganggap proses penyidikan yang di lakukan oleh Polisi itu cacat prosedural karna prosesnya hingga penahanan tidak sesuai dengan KUHP,” katanya.

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan alat bukti tembusan surat bukti penetapan tersangka dalam bentuk (T7. b) diduga dimanipulasi oleh pihak Polres Pelabuhan.

Pasalnya, dirinya menyebutkan melalui surat yang diajukan olehnya dihadapan pengadilan, Kamaruddin selaku ketua RW 005 Pattingalloang, Barukang III Makassar membantah menerima ataupun menanda tangani surat tembusan tersebut.

“Bukti Bukti yang diajukan oleh pihak polres itu sangat rekayasa, malam RW disitu itu di kasih kertas kosong untuk ditanda tangani, akal akalan itu Polres,” tutur yusuf sambil memperlihatkan surat peryataan Ketua RW setempat yang telah diperlihatkan di ketua Hakim.

Bahkan, kata dia penanda tangan surat pemberitahuan tersebut dilakukan 2 bulan pasca ditetapkan tersangka dan saat pihak tergugat melakukan upaya praperadilan.

“Bahkan parahnya, surat pemberitahuan tanda terima tersebut dilakukan dua bulan pasca dilakukan penangkapan, jadi apa yang dilakukan polres ini itu adalah upaya merekayasa bukti,” tegasnya.

Ia pun berharap agar nantinya pengadilan negeri makassar mengadili kasus tersebut dengan seadil-adilnya berdasarkan fakta yang sebenarnya.

“Besok kesimpulan dan kita berharap hakim dapat mempertimbangkan seadil – adilnya kita berharap kita menang karna bukti yang kami ajukan itu fakta,” harap yusuf.

Sementara itu, Brigpol Siska Claudia yang merupakan personil Polres Pelabuhan Makassar dari Unit 4 yang melakukan penangkapan, mengatakan dirinya tidak menahu apakah ada upaya klarifikasi yang dilakukan oleh pihaknya.

“Saya tidak tau (ada klarifikasi) yang mulia, saya dan tim unit 4 yang melakukan penangkapan, ada surat perintah untuk ditangkap, itu dibacakan dan diperlihatkan tapi saya lupa isinya karna pak kanit yang pegang,” sebutnya.

Diketahui, kasus diduga pengeroyokan terjadi di Jalan Barukang, Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.

Perkelahian tersebut terjadi antara RB dan AS dan ujung-ujungnya sang anak juga ikut ditetapkan tersangka. (Nca)

Komentar