oleh

Jelang Interplasi, DPRD Takalar Diserbu Demonstran

TAKALAR, INIKATA.com – Menjelang bergulirnya Hak Interpelasi di gedung DPRD Takalar, sejumlah berbagai elemen masyarakat melakukan aksi demonstrasi, Selasa 29/09/20) 

Gerakan yang diusung pun kontras beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang terdiri dari KNPI, PMII dan GP Ansor yang pertama mendatangi DPRD mendesak agar APBD Perubahan untuk segera dibahas.

Sekretsris KNPI Takalar Firman mengatakan, pihaknya mendesak dewan agar segera melakukan pembahasan APBD Perubahan. “Ini demi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Ditempat yang sama, pluhan massa dari PB Hipermata juga menggelar aksi demonstrasi dengan mengusung issu tuntutan yang sama.

Ketua DPRD Takalar, Darwis Sijaya menguraikan bahwa proses pembahasan APBD-P ini hanya terkesan sandiwara. 

“Kalian harus pahami jadwal penganggaran. APBD Perubahan harusnya dibahas pekan kedua bulan Agustus. Namun, pemkab baru mendorong pekan lalu. Dengan wakru yang sempit, seolah-olah kami dipaksa untuk setujui saja sesuai selera mereka. Sementara banyak program yang tidak jelas,” urai Darwis.

Aksi terakhir datang dari Koalisi Aktifis Makassar (KAM) dengan mengusung tuntutan pencopotan Bupati Takalar.

“Terkait pengelolaan APBD 2019 dan 2020, Pemkab Takalar dibawah kendali Syamsari Kitta kami nilai melakukan penyalahgunaan. Kami minta DPRD Takalar, untuk mencopot Syamsari dari jabatan Bupati.” kata orator KAM.

Untuk diketahui, DPRD Takalar menggulirkan Hak Interpelasi untuk meminta keterangan Bupati Takalar atas beberapa kebijakan dan DPRD telah mengagendakan untuk memanggil Bupati Takalar pada Jumat 2 Oktober 2020.(ZQ)

Komentar