oleh

Pegadaian Kanwil VI Makassar Salurkan Pinjaman Rp197 M

MAKASSAR, INIKATA.com – PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar, ikut aktif dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang menjadi strategi kebijakan dan langkah-langkah yang diambil pemerintah, dalam rangka penyelamatan perekonomian nasional.

Pegadaian Kanwil VI Makassar, memiliki program Gadai Peduli. Gadai Peduli merupakan pinjaman bebas sewa modal atau bunga 0%. Hingga 30 September 2020, Gadai Peduli sudah menyalurkan pinjaman sebesar Rp197 miliar lebih, dengan total nasabah yang menerima sebanyak 294.671 orang.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar, Alim Sutiono mengatakan, pihaknya terus berupaya mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka membantu masyarakat terdampak covid-19.

“Mudah-mudahan di tahun ke depannya, masyarakat semakin cepat merasakan dampak, dalam rangka tujuan menyejahterakan masyarakat di sekitarnya,” kata Alim dalam pemaparannya terkait kinerja PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar sampai triwulan III 2020, Kamis (15/10/2020).
Kata Alim, upaya ini didukung 403 outlet di seluruh wilayah operasional, dan 71 cabang. Selain itu, didukung pula 1.432 agen pegadaian aktif.
“Ada agen pemasaran dan agen gadai. Ini juga mempermudah Pegadaian. Jadi ada simbiosis mutualisme. Sehingga memberikan dampak besar bagi Pegadaian,” tambahnya.

PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar sendiri, baru saja dinobatkan dan meraih penghargaan kantor wilayah dengan kinerja terbaik seluruh Indonesia. Alim kini menargetkan, 2021 Kanwil VI Makassar “juara” lagi.
“Capaian Kanwil Makassar, memang merupakan hasil dari kerjasama. Mulai pimpinan dan level terendah, dan dengan lingkungan. Termasuk Pemda, Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawei Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku,” tambahnya.

Bukan itu saja. Pegadaian Kanwil VI Makassar, juga aktif menggelar seminar-seminar yang bertujuan mengedukasi masyarakat. Sehingga tujuan dan peran Pegadaian bisa tersampaikan. “Kenapa Pegadaian Kanwil Makassar meraih predikat kinerja terbaik dan diminati masyarakat, karena masyarakat benar-benar mendapat value dari produk. Sebab produk jika tidak mendapat value, tidak akan diminati lagi masyarakat, walaupun promosinya habis-habisan. Ini yang kita analisa,” tambahnya lagi.

Alim membocorkan strategi Pegadaian bisa tetap bertahan, di tengah hantaman pandemi covid-19. Sebab model pelayanan Pegadaian, sudah bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, alias serba digital. Itu sudah diantisipasi sejak 10 tahun lal kata Alim. “Digital survive yang memudahkan masyarakat berinteraksi, tanpa harus ke outlet-outlet kita,” katanya.

Hadir pula dalam pemaparan itu, yakni dan Rosyid Hamidi (Manajer Bisnis PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar), Muh Idris Mappakaya (Manajer Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar), Eko Suprianto (Deputi Area Makassar 1), dan Asih Subekti (Deputi Area Makassar 2).

Komentar