oleh

Hari Santri Nasional, Nurdin Abdullah Serahkan Insentif ke 2500 Guru Mengaji

MAROS, INIKATA.com – Dalam rangka Hari Santri Nasional 2020, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengunjungi Pesantren Darul Istiqamah Pusat, Maccopa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sabtu (24/10/2020).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan insentif guru mengaji se- Sulawesi Selatan, dan pemberian bantuan kepada pondok pesantren tahun anggaran 2020.

Adapun insentif yang diberikan itu sebesar Rp 3 miliar, yang akan dibagikan ke 2500 orang dari 2996 guru mengaji di Sulsel. Dimana setiap guru mengaji akan mendapat Rp1 juta.

Untuk sisa guru mengaji yang belum mendapat insentif, pihaknya sementara melakukan pendataan ulang, untuk kemudian dilakukan verifikasi.

“Sisanya itu kami sementara melakukan pendataan dulu, karena itukan data sementara, jadi kita harus punya data basenya agar kita tidak salah,” jelasn Nurdin Abdullah.

Menanggapi hal ini, Dewan Penasehat Pondok Pesantren Darul Istiqamah Pusat, KH Arif Marzuki menerangkan, bahwa bantuan ini merupakan bentuk penghormatan pemerintah kepada Al- Quran.

“Bantuan kepada guru mengaji ini adalah bentuk pengharagaan kepada Al Quran. Karena selama masih ada guru mengaji, selama masih ada pengajian, maka selama itu negara tetap aman,” terangnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih, kepada pemerintah yang memberikan perhatian khusus kepada perkembangan pesantren serta santri yang ada di Indonesia.

“Semoga bantuan ini bisa mendatangkan kebaikan kepada kita semua, karena niat yang baik tentu juga akan mendatangkan kebaikan,” tutupnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Komandan Kodim 1422 Maros Letkol Inf Budi Rahman, Sekertaris Daerah Kabupaten Maros David Syamsuddin, dan Kepala Kemenag Maros M Tonang.

Sekedar diketahui pada Hari Santri merujuk pada satu peristiwa bersejarah, yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional yaitu Hadratusyekh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, pada 22 Oktober 1945.

Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (Jihad) melawan tentara sekutu, yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca proklamasi.(sir)

Komentar