oleh

Kampanye Bertajuk ‘Menyapa Desa’, Husler-Budiman Semakin Intens Kunjungi Warga

MALILI, INIKATA.com – Kampanye bertajuk Menyapa Desa  pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur nomor urut 1, Husler-Budiman terus berlanjut. 

Birokrat pengalaman ini seperti tak kehabisan energi, siang dan malam bersama timnya kompak membagi diri bergerak, silaturahmi, blusukan secara simultan di tempat berbeda untuk mengunjungi calon pemilih.

Kampanye Husler-Budiman bertajuk “Menyapa Desa” sampai saat ini berjalan sangat efektif. Lalu bagaimana respon masyarakat?

Selama Husler-Budiman turun ke masyarakat lewat Menyapa Desanya, sambutan antusias dan respon yang hangat dan sangat akrab ditunjukan masyarakat kepada Husler-Budiman.

Ketua Tim Pemenangan Mahading mengatakan, pihaknya berhadapan dengan kondisi yang belum pernah dialami sebelumnya, ini adalah tantangan.

Dimana kegiatan kampanye lanjut legislator Golkar ini, biasanya menghadirkan banyak orang sekarang justru tak boleh (Covid-19). Menemukan sebuah konsep di tengah dua situasi yang kontradiktif adalah kuncinya.

“Konsep Husler-Budiman Menyapa Desa memungkinkan kandidat kami tetap bertemu  dengan warga meski dalam ruang yang terbatas,” kata Mahading kepada Watawan, Minggu (25/10/2020).

“Tapi dengan intensitas pertemuan yang tinggi tetap bisa menjangkau semua wilayah Luwu Timur tanpa perlu menghadirkan massa besar. Ini tentu saja menguras energi kami semua, tapi ini soal marwah Luwu Timur, tak ada kata lelah,” jelas Mahading.

Sementara itu, Thorig Husler menyelesaikan jadwal kampanye Husler-Budiman Menyapa Desa di Kecamatan Tomoni Timur di Desa Margomulyo.

Sedangkan Budiman Hakim terus menyisir wilayah pesisir Malili, kali ini Husler-Budiman Menyapa Desa berlanjut di Desa Wewangriu Kecamatan Malili pada hari Jumat 23 Oktober 2020, kemarin. 

Di Wewangriu Budiman didampingi Jurkam Najamuddin dan A Zulkarnain. Selain berdialog dengan warga, Budiman seperti biasa menyempatkan singgah di posko-posko pemenangan atau rumah kerabat yang dilaluinya.

Malamnya, Budiman juga menemui nenek Saleng di Dusun Paorebbae, Desa Wewangriu yang menurut keterangan warga sekitar namanya dicoret dari daftar penerima bantuan bedah rumah karena menjadi pendukung Husler-Budiman.

Memasuki hari kedelapan di Kecamatan Malili, mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Luwu Timur ini telah mengunjungi lebih dari 30 titik, termasuk posko relawan, rumah tokoh masyarakat dan warga. (**)

Komentar