oleh

Sampah Plastik di Pantai Lampia Menumpuk, Pemdes Diminta Peduli

MALILI, INIKATA.com – Tumpukan sampah plastik nampak berserakan disepanjang pantai laut Lampia disekitar pemukiman warga desa Harapan, kecamatan Malili, kabupaten Luwu Timur.

Salah satu warga desa Harapan, Iwan mengatakan tumpukan sampah tersebut merupakan sampah rumah tangga dari warga yang bermukim di sekitaran pantai.

Dijelaskan Iwan, Selain dibakar, warga setempat terpaksa membuang sampah tersebut ke laut karena tidak tersedianya tong sampah atau tempat penampungan sampah.

“Sampah dedaunan kadang dibakar, untuk sampah plastik rumah tangga yang sulit untuk dibakar terpaksa dibuang kelaut untuk menghindari penumpukan” kata Iwan, Minggu (25/10).

Oleh karena itu, Ia berharap pemerintah desa setempat (Pemdes Harapan) lebih memperhatikan hal ini dan menyediakan tempat penampungan sampah.

“Kami berharap pemdes menyediakan tempat penampungan sampah untuk menghindari pencemaran laut akibat limbah masyarakat” harapnya.

Selain itu, Ia juga berharap pemdes lebih menaruh perhatian untuk dermaga Lampia, mengingat tempat tersebut kerap dikunjungi warga dari luar desa Harapan mau pun warga lokal.

“Tidak ada tong sampah di dermaga, otomatis pengunjung akan membuang sampah kelaut dan terseret ke tepi dan menumpuk disekitar pemukiman warga” bebernya.

Menurutnya, Polusi laut akibat sampah plastik tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, tapi juga merugikan dari sisi ekonomi karena pendapatan warga dari sektor kelautan juga ikut berdampak.

“Oleh karena itu, harus dicari solusi yang tegas untuk mengatasi persoalan sampah plastik yang ada di laut” tegasnya.

Salah satu Nelayan lokal, Syarif, mengaku sering mendapati sampah yang tersusun rapi mengapung di permukaan laut dalam jumlah yang banyak.

Parahnya kata dia, karena jumlah yang banyak, nelayan terpaksa harus melintas diatas sampah yang mengapung dipermukaan.

“Kadang baling-baling patah jika menghantam sampah plastik yang keras, jika tidak patah, sampah plastik lainnya akan melilit di baling-baling nelayan” jelasnya.

Menurutnya, sampah tersebut berasal dari berbagai wilayah yang berkumpul terseret arus air laut ataupun ombak ketengah laut.

“Yang jelas semua pihak harus ambil bagian dalam menangani masalah sampah di laut, tentu saja masyarakat butuh dukungan pemerintah, yang dimulai dari desa” tutupnya. (Asril)

Komentar

Topik Terkait