oleh

Warga Keluhkan Sampah Busuk Berserakan di Jalan Poros Bijawang

BULUKUMBA, INIKATA.com – Sampah busuk terbungkus dalam plastik dan karung berserakan di tepi jalan Poros Sinjai Bulukumba, Desa Bijawang, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, Senin (26/2020/2020).

Kondisi tersebut mengganggu pengguna jalan yang lalu lalang, pasalnya aroma busuknya terlebih lagi menganggu keindahan jalan.

Padahal tidak jauh dari tempat itu sudah ada papan bicara yang melarang warga membuang sampah. Hanya saja, sejumlah warga tidak peduli dengan larangan tersebut.

Seorang warga setempat, H Abdullah mengatakan, sampah busuk yang dikerumuni lalat tersebut menggangu pengendara yang melintas, khususnya motor.

Begitu juga yang di rasakan olehnya, sebagai penjual di dekat lokasi sampah berserakan yang mengeluarkan aroma busuk, sehingga pengunjung yang berbelanja di tempatnya berkurang.

“Jika kita melintas, pasti dilihat itu sampah busuk. Banyak Pengendara singgah di tempat kami bertanya siapa yang buang sampah sembarang tempat, baunya sangat mengganggu,” keluhnya.

Ia pun menceritakan, dulunya tempat ini sebagai lokasi istirahat bagi pengendara yang menempuh jarak jauh untuk hilangkan rasa capek dan menikmati udara segar.

Bukan hanya itu, warga sekitar dulunya memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat berolahraga pagi dan sore. Bahkan banyak warga jadikan tempat bersantai bersama kerabat menikmati udara segar dari sawah dan sungai.

Seiring waktu, semua berubah, adanya sebagian warga yang tidak sadar akan menjaga kebersihan lingkungan.

“Dahulu kita di sini hirup udara segar, sekarang kita menghirup udara bercampur bau busuk menyengat,” katanya.

Lanjut kata penjual buah-buahan itu, pengurus masjid di tempatnya, setiap salat berjamaah mengumunkan kepada warga jangan buang sampah dilokasi tersebut dan bahkan sering kali warga sekitar turun membersihkan.

“Namun masih ada saja warga yang buang sampah, hingga warga sekitar kewalahan menangani warga yang bandel,” jelasnya.

Menurut dia, yang membuang sampah dilokasi tersebut bukan warga sekitar, tetapi orang jauh.

“Yang buang sampah di tempat itu bukan warga di sini, karena biasa saya lihat yang buang sampah disitu pakai kendaraan roda 4 dan orangnya tidak dikenal,” ungkapnya.

Ia pun berharap kepada pemerintah agar mencari solusi pembuangan sampah tersebut. karena kejadiannya sudah berlangsung lama.

“Pemerintah desa dan daerah harus turun tangan untuk menangani sampah berserakan di pinggir jalan ini, jika di biarkan terus menerus, lokasi tersebut akan menjadi tempat pembuangan sampah seterusnya,” harapnya. (Dirman)

Komentar