oleh

Ancaman Longsor Hantui Pemukiman Warga di Area Tambang Galian C Ilegal di Nipa-Nipa

MAKASSAR, INIKATA.com – Sejumlah aktivis menyayangkan aparat penegak hukum maupun pemerintah yang sama sekali tidak bergeming melihat adanya aktivitas penambangan galian c ilegal di daerah Nipa-Nipa, Manggala.

Wali Kota Dani Fatma

Padahal tak hanya merugikan perekonomian negara, ancaman kesehatan, kerusakan lingkungan hingga ancaman longsor juga potensi menghantui pemukiman warga yang berada di atas area penambangan galian c ilegal tersebut.

“Ini sudah memasuki musim hujan, bisa-bisa perumahan yang ada di atas area kegiatan tersebut mengalami longsor karena terbawa air hujan yang cukup deras nantinya. Apakah kita harus menunggu nanti korban berjatuhan baru mau bertindak akibat bencana dampak dari kegiatan ilegal tersebut,” tegas Ketua Lacak Indonesia, Ahmadi Alwi via telepon, Jumat (6/11/2020).

Ia heran dengan sikap diam para lembaga aparat penegak hukum dan dinas terkait yang tidak bertindak sesuai aturan yang ada.

“Jadi kami tegaskan bahwa kami ini tidak ada urusan dengan status lahan. Tapi kami persoalkan kegiatan eksplorasi lahan di sana. Kan jelas tak berizin dan jelas dampak kerugian yang ditimbulkan baik ancaman kesehatan, kerusakan lingkungan hingga ancaman longsor. Kok tidak ditindak. Dimana marwah penegakan hukum,” terang Ahmadi.

Ia juga menyayangkan sikap seorang warga yang mengaku sebagai pemilik lahan yang coba berdalih jika kegiatannya bukan penambangan melainkan hanya pemerataan lahan.

Sementara kegiatan pemerataan lahan atas tanah yang luasnya mencapai 1 hektar itu juga tetap harus mengantongi dokumen perizinan dan tentunya melalui proses kajian analisis dampak lingkungan (amdal).

“Itu kan sama sekali juga tak ada. Malah hasil kegiatannya di atas lahan luas tersebut telah dikomersilkan ke sejumlah pengusaha penimbunan. Selama dua bulan lebih ratusan truk pengangkut hasil galian c di sana lalu lalang dan juga tak dikenakan sepeser pun retribusi pengangkutan oleh dinas terkait. Anehnya kok baik dinas terkait maupun penegak hukum tidak bertindak proses hukum semua yang terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut,” terang Ahmadi.

“Polisi dan Jaksa harus segera mengusut kasus tambang galian C ilegal di Nipa-Nipa ini. Kegiatannya sudah terjadi bahkan pelaku-pelakunya telah menikmati nilai yang lumayan besar dari hasil kegiatan ilegal tersebut. Jangan membuat masyarakat tak percaya lagi dengan penegak hukumnya. Makanya segera tuntaskan kasus ini dan seret semua yang terlibat. Tak hanya pelaku langsung, melainkan juga mereka yang memiliki kewenangan tapi tak dijalankan kewenangannya sehingga kegiatan ilegal ini terjadi,” Ahmadi menambahkan. (Anca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait