oleh

Ini Catatan Frakdi PAN untuk RAPBD Jatim 2021

SURABAYA, INIKATA.com – Anggota DPRD Jatim Agung Supriyanto mengatakan ada beberapa catatan yang diberikan pihaknya terhadap RAPBD Jatim 2021 yang disodorkan gubernur Khofifah di sidang paripurna beberapa waktu lalu.

Politisi asal fraksi PAN DPRD Jatim ini mengatakan di sektor pengelolaan pendapatan yang dialokasikan pemprov kurang lebih Rp 30,7 T dibagi dua sektor dimana yang pertama sektor bantuan pemerintah pusat.

Wali Kota Dani Fatma

”Sifatnya stesel pasif dimana Pemprov mau bekerja keras akan berimbas kurang memaknai kinerjanya secara maksimal,” jelasnya saat dikonfirmasi di Surabata, Minggu (22/11).

Agung mengatakan yang saat ini perlu dioptimalkan adalah stesel aktif yaitu pendapatan asli daerah. “ 60 persen pendapatan di PAD tentunya bagi kami memaksimalkan PAD merupakan keharusan,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan PAD tersebut, lanjut pria asal Bojonegoro, pihaknya melihat Pemprov belum melakukan secara utuh.

”Contohnya PAD disektor pajak  antara lain kendaraan bermotor maupun balik nama, pajak air maupun pojok rokok. Dari Rp 15,6 T sebelum Covid-19 ditetapkan, saat ini tinggal Rp 12,7 T. Padahal setelah dilakukan pengecekan di UPT-UPT penghasil di daerah, sebenarnya keadaan obyek pajak ke PAD relatif bagus,” jelasnya.

Agung mengungkapkan untuk pengelolaan asset daerah, pihaknya melihat masih banyak belum maksimal.

”Contohnya kami melihat adanya salah satu asset yang dikelola  dinas pertanian Jatim sekitar 6 Ha yang hasilnya tak imbang,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Agung, untuk urusan BUMD, dari 10 BUMD yang Pemprov berinvestasi, sekitar Rp 2 T untuk bank Jatim serta Rp 2 T untuk 9 BUMD lainnya, dimana kalau dilakukan kapitalisasi dalam bentuk keuntungan sebenarnya sangat kurang.

“ Bayangkan saja dalam investasi Ro 2T, Pemprov hanya dapat deviden sekitar Rp 100 M  atau hanya kurang lebih 5 persen dari modal tersebut. Bisa dikata 9 BUMD tersebut disebut kurang sehat,” jelasnya.

Dengan fakta tersebut, kata Agung, harus ada rekontruksi dalam mengelola BUMD secara sehat. ”Kalau hanya memberikan keuntungan kurang dari 5 persen, bagi kami perlu di tata ulang pengelolaannya,” jelasnya. (Three)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait