oleh

Jual Miras Tanpa Izin, Asisten 1 Pemkot Makassar Dukung Penutupan Kafe Barcode dan Publiq

MAKASSAR, INIKATA.com – Asisten 1 bidang Pemerintahan Pemkot Makassar, M. Sabri turut geram menanggapi permasalahan kafe dekat sekolah di Kota Makassar yang ilegal namun terkesan sengaja dibiarkan bebas berjualan miras.

Wali Kota Dani Fatma

Menurutnya jika aktivitas penjualan miras secara ilegal oleh kafe yang berdekatan dengan sarana pendidikan atau sekolah terus dibiarkan, maka jangan salahkan ketika masyarakat tidak lagi percaya dengan pemerintahnya.

“Kita sudah kehilangan trust dari masyarakat. Tak ada lagi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kalau seperti ini terus dibiarkan,” kata Sabri via pesan singkat, Minggu (28/11/2020).

Ia dengan tegas menyetujui jika kafe dekat sekolah yang bebas jualan miras tersebut segera ditindak tegas dengan menutup langsung usaha kafenya dan proses hukum semua yang disinyalir terlibat lakukan pembiaran terhadap pelanggar aturan yang ada.

“Saya setuju. Langsung tutup saja tokonya dan kalau ada pelanggaran pidananya proses penjual termasuk oknum Pemkot yang terlibat,” tegas Sabri.

Diketahui, hingga saat ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar belum juga menindaklanjuti surat rekomendasi penindakan terhadap pelaku usaha pariwisata yang melanggar aturan yang telah diajukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar.

Pelaku usaha pariwisata yang melanggar Perda Kota Makassar tersebut yakni pemilik Kafe Barcode dan Publiq Dine and Wine. Keduanya telah berjualan miras meski tak mengantongi izin penjualan miras dari Disperindag Kota Makassar karena lokasinya yang sangat dekat dari sarana pendidikan, rumah sakit dan tempat peribadatan.

Kepala Seksi Pengkajian dan Pelanggaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Makassar, Erwin A. Azis mengatakan bahwa Kafe Publiq Dine and Wine terhitung sejak tahun 2017 hingga saat ini tak lagi memiliki izin untuk berjualan miras karena terbentur pada ketentuan yang diatur dalam Perda Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengawasan dan Pengendalian Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Salah satu ketentuan yang diatur yakni lokasi penjualan miras tak boleh berdekatan dengan sekolah, tempat peribadatan dan rumah sakit.

“Nah Publiq ini dekat dengan sekolah dan rumah sakit,” ucap Erwin via telepon, Rabu (25/11/2020).

Atas perbuatan Publiq tersebut, Disperindag pun telah mengeluarkan rekomendasi kepada Satpol PP Makassar pada awal tahun 2020 agar usaha Kafe Publiq segera ditindaki karena telah melanggar aturan yang ada.

“Rekomendasi sudah kami serahkan ke Satpol PP. Soal sanksinya silahkan bertanya ke Satpol PP karena mereka yang punya kewenangan akan hal itu,” tutur Erwin.

Ia berjanji akan tegas terhadap Kafe Publiq nantinya jika tetap mengabaikan aturan yang ada, dalam hal ini tetap menjual miras secara ilegal.

Disperindag Kota Makassar akan mengajukan pembekuan izin usaha Kafe Publiq ke Dinas Pelayanan Terpadu Sistem Satu Pintu (PTSP) Kota Makassar sebagaimana diatur dalam Perwali Nomor 27 tahun 2017.

“Dulu tahun 2017 setelah tim terpadu datangi tempatnya, dia berjanji tidak akan jual miras lagi. Namun di belakang hari dia menjual juga. Sehingga dengan pelanggaran itu, makanya Disperindag keluarkan rekomendasi penindakan ke Satpol PP,” jelas Erwin.

Demikian juga terhadap usaha pariwisata Kafe Barcode yang terletak di Jalan Amanagappa, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar. Disperindag Kota Makassar juga telah mengeluarkan rekomendasi ke Satpol PP Makassar agar segera ditindaki karena melanggar aturan yang sama seperti Kafe Publiq yang berlokasi di Jalan Arif Rate, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

“Surat rekomendasinya sudah kita serahkan ke Satpol PP Makassar. Pelanggarannya yakni melanggar ketentuan larangan yang diatur dalam Perda Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengawasan dan Pengendalian Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol,” ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar, M. Yasir. (Anca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait