oleh

Kojam Kecam Pelaku Pelecehan Verbal di Medsos

MAKASSAR, INIKATA.com – Tindakan Pelecehan seksual secara verbal yang dilakukan oleh salah satu dukungan pasangan calon terhadap calon wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi memberikan dampak yang tidak terpuji di pilkada Makassar.

Aksi yang tak bermoral itu akhirnya mendapat kecamaman dari loyalis paslon nomor urut 1, Moh Ramadhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama),  yang tergabung dalam Komunitas Janda Makassar (Kojam).

Wali Kota Dani Fatma

Ketua Kojam, Nurbaety Najamuddin mengatakan kasus pelecehan seksual secara verbal pada Fatmawati bukan hanya menyerang kehormatan figur calon wakil wali kota nomor urut 1 ini, tapi juga menghina kehormatan pada seluruh perempuan.

“Seseorang yang melontarkan kalimat tidak senonoh pada wanita, sama saja dengan menghina sosok perempuan yang telah melahirkannya, kami mengutuk penghinaan tersebut,” tegas Nurbaety.

Lebih  lanjut, ia menambahkan bahwa aksi yang tidak manusiawi tersebut tidak boleh disepelekan dan dibiarkan oleh aparat kepolisian.

“Pelaku harus segera ditangkap dan dijerat UU ITE, siapa pun orangnya. Dia telah menghina kehormatan kaum perempuan, bukan hanya Ibu Fatma saja,” tandasnya.

Hal senada juga datang dari lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Makassar. Ketua LBH Apik Makassar, Rosmaiti Sain mengatakan bahwa pelecehan seksual terhadap perempuan tak pantas untuk dilakukan.

Semua orang mempunyai hak untuk mengikuti konstelasi di pilwakot Makassar. Kata dia,  seharusnya perempuan itu diberikan ruang untuk bertarung secara adil tanpa harus diremehkan.

“Waktunya perempuan diberi ruang untuk berkontestasi, tidak boleh ada pelecehan pada perempuan! Mari kita berkampanye secara sehat jangan ada perlakuan atau kekerasan terutama kekerasan verbal,” ujar Rosmiati, Sabtu (28/11). (Fadli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait