oleh

Era Danny Pomanto, Penyandang Disabilitas Selalu Meriahkan Kegiatan Pemerintah

MAKASSAR, INIKATA.com – Calon Wali Kota Makassar Nomor Urut 1 Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto atau biasa disapa Danny Pomanto mengungkap alasan saluran air atau kanal di pinggir-pinggir jalan raya harus ditutup.

Saat menjadi Wali Kota Makassar, Danny mengaku selalu mengundang kelompok penyandang disabilitas atau difabel berdiskusi. Memberi masukan dalam merencanakan pembangunan kota.

“Penyandang disabilitas harus bisa bicara langsung dengan wali kota,” kata Danny.

Setelah mendengar keluhan dan masukan kelompok penyandang disabilitas, Danny Pomanto pun membuat kebijakan untuk menutup semua saluran air di pinggir jalan.

“Karena penyandang disabilitas sering jatuh. Jadi itu salah satu alasan kenapa saluran air harus ditutup,” ungkap Danny.

Danny juga membangun sarana untuk pejalan kaki yang ramah terhadap penyandang disabilitas dan lansia. Belum semua lokasi dibangun, masa pemerintahan Danny harus berakhir.

Tidak hanya pembangunan fisik yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Setiap kegiatan pemerintah, seperti festival selalu melibatkan penyandang disabilitas.

Potensi dan kreatifitas penyandang disabilitas ditampilkan ke publik. Tidak hanya warga Makassar, tapi seluruh dunia bisa melihat.

“Karena disiarkan di stasiun TV dan kanal media sosial,” katanya.

Danny juga meminta masyarakat tidak memberikan stigma buruk kepada penyandang disabilitas. Terbukti beberapa keluarga penyandang disabilitas bisa bekerja dengan baik jika diberikan kesempatan.

“Ada beberapa keluarga penyandang disabilitas kerja di rumah saya. Ini salah satu bentuk penghargaan kepada mereka. Mereka bisa bekerja meski secara fisik punya keterbatasan. Tapi soal pekerjaan sangat bagus,” ungkap Danny.

Jika diberikan amanah oleh warga Kota Makassar untuk memimpin, Danny bersama Fatmawati Rusdi mengaku akan menjadikan Makassar menjadi kota yang nyaman untuk semua.

Penyandang disabilitas, kelompok perempuan, lansia dan kelompok rentan akan menjadi bagian dalam membangun Kota Makassar. Karena setiap orang punya potensi menjadi bagian dari penyandang disabilitas.

Sementara itu, Fatmawati Rusdi meminta perempuan di Kota Makassar untuk berani berdaya. Jangan merasa minder atau risih.

Perempuan juga harus berani melawan bentuk pelecehan di tempat kerja atau ruang publik. Harus berani melapor. “Supaya ada efek jera dan peringatan buat yang lain,” katanya.

Perempuan tidak boleh dianggap hanya mampu mengurus masalah domestik. “Jika diberikan kepercayaan, perempuan pasti bisa,” katanya.

Debat terakhir kandidat Pilkada Kota Makassar berlangsung di Jakarta, Jumat 4 Desember 2020.

KPU Makassar mengangkat tema antara lain terkait keberpihakan pemerintah kepada kepentingan penyandang disabilitas atau difabel di Kota Makassar. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait