oleh

Tegas, Walhi Sulsel Desak Gubernur Berhenti Libatkan Kolega dalam Proyek Pemprov

MAKASSAR, INIKATA.com —Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah diminta untuk menghentikan pencitraan di media sosial dan kembali bekerja dengan sungguh-sungguh untuk rakyat dan masa depan rakyat sulsel

Wali Kota Dani Fatma

Hal itu diungkapkan oleh Direktur eksekutif Wahana Lingkngan Hidup (Wahana) Sulses, Muhammad Al Amin. Ia meminta agar Nurdin Abdullah dapat menghentikan sikapnya yang dianggap melibatkan kolega dan keluarganya dalam pembangunan proyek di sulsel

“Hentikan pelibatan kolega dan keluarga dari proyek-proyek yang bersumber dari APBN dan APBD, juga meminta kepada Gubernur menghentikan utang pembangunan gedung twin tower di sektor point of indonesia,” ungkap Al Amin dalam konfrensi pers catatan akhir tahun Walhi Sulsel, Rabu (30/12).

Sebagai catatan akhir tahun 2020, Walhi Sulsel memberikan kartu kuning kepada Gubernur Sulsel karena merasa kecewa dengan kebijakan yang tidak pro kepada rakyat, petani nelayan, masyarakat adat, dan perempuan Sulsel.

“Kami memberikan peringatan keras kepada Gubernur Sulsel dengan memberikan kartu kuning kepada Gubernur Nurdin Abdullah atas seluruh sikap dan kebijakan yang diambil selama 2020 ini. Kami kecewa berat sebagai representasi rakyat,” tandasnya.

Ia beranggapan, di tengah pandemi saat ini, bisa jadi kesempatan yang diberikan Tuhan untuk membongkar intervensi Nurdin Abdullah dengan koleganya atas keterlibatan dalam memonopoli proyek-proyek yang bersumber dari APBD.

“Pesan Tuhan kepada kita semua masa covid ini mulai terkuak, terbongkar bagaimana kolaborasi tidak baik, kolaborasi tidak sehat antara kolega gubernur bersama gubernur, maka tren 2020 ini mulai nampak, ada keterlibatan gubernur baik itu dalam monopoli usaha mapun tender,” cetusnya.

Lebih lanjut, ia berharap Gubernur dapat mencabut surat izin yang dapat berpengaruh dan mengancam kehidupan masyarakat, serta membangun perekonomian yang orientasinya yang berpihak kepada rakyat.

“Cabut izin-izin usaha masyarakat yang mengancam wilayah kelolah masyarakat, kemudian hentikan perampasan ruang untuk masyarakat Sulsel. Tumbuh kembangkan investasi lingkungan hidup di Sulses, investasi lingkungan hidup itu adalah membangun ekonomi berbasis pro rakyat,” harapnya. (Fadli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait