oleh

Gandeng PT Vale, Pemkab Lutim Cananangkan Program Pengembangan Kawasan Desa Mandiri

MALILI, INIKATA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur bekerjasama dengan PT. Vale Indonesia melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) terkait evaluasi pelaksanaan Program Pengembangan Kawasan Desa Mandiri (PKPM) empat Kecamatan Tahun 2020 di Aula Sasana Praja, kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (13/01/2021).

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan bahwa tujuan awal program-program kemandirian masyarakat yang digagas oleh PT. Vale merupakan program jangka panjang yang dimana bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap perusahaan tambang.

Program tersebut, lanjut Irwan diharapkan bisa menjadi sumber ekonomi strategis bagi masyarakat dan tentunya juga sebagai sumber pemasukan daerah dimasa depan.

“Telah dibentuk klaster-klaster yang berada 10 kawasan pemberdayaan PT. Vale sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing kawasan. Kawasan-kawasan ini saya minta agar bisa lebih memfokuskan diri dalam menyusun program-program sesuai potensi masing-masing,” tambahnya.

Terkait dengan adanya beberapa masalah yang muncul di aspek perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan, Irwan meminta agar segera diselesaikan secepat mungkin.

Sementara itu, Ardian Indra putra selaku GM Social Development Program PT. Vale menuturkan bahwasanya ada beberapa isu yang muncul dilapangan terkait pelaksanaan program PKPM, diantaranya perubahan spesifikasi program yang belum terkonfirmasi antara perencanaan dengan pelaksanaan kegiatan, hal itu telah difasilitasi dan telah terselesaikan.

Selain itu, tambah Ardian aspek lahan yang kurang sesuai dengan program, seperti area penanaman pohon mangrove di Kecamatan Malili yang tidak maksimal juga akan di riset kembali menyangkut kualitas bibitnya PT. Vale juga akan terus membuat terobosan lain baik dari sisi teknologi baru demi menunjang pelaksanaan PKPM Luwu Timur.

Menurut laporan evaluasi yang dipaparkan oleh Laode Ichman selaku tim koordinasi PPM PKPM PT. Vale, realisasi fisik PKPM terhitung dari 2018 sampai dengan 2020 sebagian besar telah terlaksana dengan baik. Adapun yang belum terealisasikan masih terbentur dengan masalah pengadaan lahan untuk program.

Sementara laporan realisasi program yang masih berlangsung prosesnya di tahun 2020 kemarin telah hampir menelan biaya Rp. 32 miliar rupiah.

Bumdes, Bumdesma serta Pemerintah daerah bersama-sama membuat program di kawasan pemberdayaan PT. Vale yang berada di 4 Kecamatan dan 39 Desa di Luwu Timur diharapkan tetap sejalan dengan program PT. Vale dalam pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, General Manager Social Development Program PT. Vale Indonesia, Ardian Indra Putra dan Asisten Perekonomian dan Pengembangan Infrastruktur, Senfry Oktavianus. (Asril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait