oleh

Mengungsi di Jeneponto, Korban Gempa Mamuju Butuh Uluran Tangan

JENEPONTO, INIKATA.com – Sebanyak 51 korban gempa Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) yang mengungsi ke Kabupaten Jeneponto membutuhkan uluran tangan dan bantuan. 51 korban tersebut bertolak dari Mamuju sesaat setelah kejadian, dan tiba di Jeneponto pada Senin (18/1/2021) pukul 03.00 Wita subuh.

Wali Kota Dani Fatma

Para pengungsi itu untuk sementara tinggal di rumah Jumaking Dg Sitaba di Dusun Pappassangeng Desa Camba-Camba, Kecamatan Batang.
Korban gempa ini sangat membutuhkan susu, popok, lagtogen, baju laki-laki, baju anak-anak, selimut, talkum, perlengkapan mandi, baju tidur, beras, telur, dan minyak.

Salah satu pengungsi, Dahlan mengungkapkan, belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah Desa setempat termasuk dari pemerintah Kabupaten.

“Belum ada sama sekali bantuan pak. Ada tadi malam Pak Desa datang pak. Kami berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk makan, apa saja apakah itu pakaian, beras,” kata Dahlan, Selasa (19/1/2021).

Ia menyampaikan, akibat dari gempa yang meluluh lantakkan rumah mereka di Mamuju sehingga tinggal baju yang ada didalam badannya yang mereka bawa mengungsi ke Jeneponto.

Akibat dari kejadian membuat para pengungsi ini mengalami trauma yang mendalam. Para pengungsi ini sudah lama tinggal di Mamuju dan menjadi penduduk asli Mamuju yang lamanya sekitar 20 tahun lebih.

Sementara, Ketua BPD Camba-Camba yang juga aktivis perempuan Jeneponto, Ramlawati Alex menjelaskan, pihaknya selaku BPD dan aktivis perempuan melakukan pendataan terdapat 51 warga Mamuju mengungsi di satu titik.

“Dari data ini ada 14 anak-anak dan selebihnya dewasa laki-laki dan perempuan. Bantuan yang kami kumpulkan akan kami alihkan kepada mereka yang telah terkumpul Sebanyak 1 juta lebih untuk dipakai membeli kebutuhan mendesak,” kata Ramlawati.

Sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah desa dan Kabupaten, akan tetapi dari relawan dari pihak Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Pihak Puskesmas Togo-Togo dipimpin Kapus Imran Rosady melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan para pengungsi ini pasca gempa Mamuju Sulawesi Barat. (Kahar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait