oleh

Langgar Aturan, Satpol PP Makassar Ancam Tutup Panti Pijat yang Nekat Beroperasi

MAKASSAR, INIKATA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar mengisyaratkan turun menutup panti pijat yang diam – diam beroperasi dan melanggar aturan operasion di usaha.

Wali Kota Dani Fatma

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) PP Kota Makassar, Imam Hud mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan turun bersama Dinas Pariwisata Kota Makassar sebagai leading sektor untuk menindak usaha panti pijat yang melanggar edaran wali kota Makassar.

“Kita akan turun bersama Dinas Pariwisata, sebagai leading sektor,” katanya saat dihubungi melalui, via telepone, Jumat (22/1/2021).

Kata dia, dalam surat edaran Wali Kota Makassar usaha yang dizinkan beroperasi hanya Warung Kopi, Operasional Mall, Cafe, Restaurant dan Rumah Makan.

“Surat edaran kan jelas, yang bisa buka hanya cafe dan resto,” sebutnya.

Sebelumnya, seorang pria berinsial DS (60) meninggal dunia usai melakukan pijat refleksi di Jalan Parumpa, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (21/1/2021).

DS ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tertelungkup di depan rumah toko (ruko).

Menurut informasi, pria 60 tahun itu merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN). Jasad pria itu ditemukan pertama kali oleh warga dalam kondisi tertelungkup depan ruko.

“Ditemukan dengan keadaan terlentang, mulutnya juga mengeluarkan cairan busa,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Komisaris Polisi Supriady Idris saat di konfirmasi.

Perwira menengah polisi berpangkat satu bunga melati itu menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, DS sempat melakukan pijat refleksi Alexa di Jalan Parampu.

“Informasinya begitu, dia sudah pijat, tidak lama kemudian keluar dan informasinya sesak, dan tiba-tiba jatuh,” ucap Edhy sapaan akrab Kompol Supriady Idrus.

Lanjut Edhy, dari hasil pemeriksaan dijasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. “Dibawa ke Rumah Sakit (RS) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak dilakukan autopsi sesuai permintaan keluarga,” tandas Edhy. (Anca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait