oleh

Wasit Liga Indonesia Berencana Bikin Asosiasi, Ini Alasannya

INIKATA.com – Di tengah keputusan dihentikannya kompetisi musim 2020, peran satu keluarga sepak bola merasa dilupakan oleh PSSI. Yaitu, wasit. Apalagi, dalam proses menuju rapat Exco PSSI, peran wasit-wasit yang biasa memimpin kompetisi Liga 1 dan Liga 2 hingga Liga 3 sama sekali tidak dilibatkan.

Wali Kota Dani Fatma

Hal tersebut dikatakan salah seorang wasit Liga 1 Nusur Fadilah. Dia menyatakan, PSSI sebagai federasi sama sekali tidak ada perhatiannya kepada nasib wasit. Padahal, baik tidaknya kompetisi ada peran wasit di baliknya. ’’Sejak dihentikannya liga, kami tidak diperhatikan sama sekali,’’ cetusnya.

Jangankan diajak ambil bagian dalam keputusan, diajak diskusi soal kompetisi saja tidak pernah. Padahal, nasib para wasit ini tak kalah mengenaskan dibandingkan pemain dan pelatih karena tidak adanya kompetisi.

Nusur, misalnya. Dia terpaksa harus jualan kecil-kecilan hingga memimpin pertandingan tarkam untuk terus menghidupi keluarganya. Dia berharap, PSSI ataupun LIB mengerti tentang pentingnya peran wasit.

Membayangkan jika para wasit ini sudah tidak mau lagi memimpin pertandingan, sudah dipastikan kualitas kompetisi akan makin menurun. ’’Jadi, tolong dong kami ini diperhatikan,’’ harapnya.

Mengenai diberhentikannya kompetisi, Nusur mengaku tidak ada masalah. Bagi dia, dihentikan, dilanjutkan, ataupun diganti nama, yang terpenting adalah dirinya bisa bekerja kembali dengan cepat.

’’Yang saya sayangkan adalah bulan kick-off-nya saja. Kok makin lama. Seharusnya Februari jadi mundur ke Maret. Keinginan kami semua para wasit ini kompetisi bisa digulirkan pada Februari,’’ paparnya.

Hal senada diharapkan Thoriq Alkatiri. Wasit berlisensi FIFA itu berharap kompetisi bisa secepatnya digulirkan.

“Kami wasit ini selalu belakangan,’’ ucapnya.

Padahal, perannya sama penting dengan pemain dan pelatih.
Thoriq menyatakan, harusnya ada pelatihan untuk para wasit. Sama halnya dengan pesepak bola yang ada latihan mandiri ataupun bersama dengan klub. Kenapa? Wasit juga membutuhkan situasi pertandingan agar intuisi, skill, dan kecepatan mengambil keputusan bisa tetap terjaga.

’’Skill kan kadang bisa lupa kalau sudah lama tidak diasah. Apalagi ini sudah hampir setahun penuh. Berkurang terus kemampuan,’’ jelasnya.

Dia mengaku terpaksa mengambil job memimpin pertandingan tarkam. Selain agar bisa terus mengasah kemampuan, dia ingin tetap punya pemasukan di tengah situasi pandemi saat ini.

Nah, karena sering merasa dilupakan, Thoriq menuturkan para wasit di Indonesia berencana untuk membentuk asosiasi. Mirip Asosiasi Pelatih Profesional Indonesia (APPI) atau Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI).

Harapannya, agar nasib wasit ke depannya bisa lebih diperhatikan PSSI karena sudah punya payung hukum.

’’Insya Allah. Sedang direncanain. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi. Saya sekarang tidak muluk-muluk, cuma ingin liga bergulir secepatnya,’’ paparnya. (Jpc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait