oleh

Begal Pedagang yang Baru Pulang ke Rumah, Pelaku Dihadiahi Timah Panas

MAKASSAR, INIKATA.com – Aparat gabungan dari Resmob Polsek Panakkukang dan Resmob Polda Sulawesi Selatan mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal yang dialami seorang ibu rumah tangga pada awal Januari 2021 lalu.

Wali Kota Dani Fatma

Korban berinisial CR (37) dibegal dua orang pria saat tiba di depan pagar rumahnya di Jalan Meranti, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar pada 7 Januari 2021, sekitar pukul 00.30 Wita. Korban diketahui baru pulang dari berdagang nasi kuning.

Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman mengatakan, dari dua orang terduga pelaku, pihaknya telah menangkap satu pelaku yang berinisial AL, 18. Pelaku berasal dari Kecamatan Tallo.

“Betul salah satu pelaku sudah kita amankan, lelaki AL di tempat persembunyiannya di Jalan Kandea, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada Kamis 21 Januari. Dari rekaman CCTV yang kita dalami, ada dua pelakunya, itu masih dalam pengejaran,” ucap Jamal, Minggu (24/1).

Dia menambahkan dalam upaya penangkapan AL, pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas, lantaran pelaku dianggap hendak melarikan diri dengan melawan petugas yang meringkusnya. Dua butir timah panas polisi menghantam kaki AL.

“Dalam pengembangan penunjukan tempat kejadian perkara, yang bersangkutan mencoba melarikan diri, dengan sangat terpaksa kami melumpuhkan pelaku di bagian kaki kanan sebanyak dua peluru. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” tutur Jamal.

Alumni Akademi Kepolisian tahun 2005 itu menjelaskan, pihaknya juga menyita barang bukti sebuah handphone milik pelaku, sepeda motor yang digunakan saat berbuat kriminal, satu buah tas milik korban, dan sebilah parang diduga dipakai melukai korban.

Jamal menerangkan kini AL dan semua barang bukti tersebut telah berada di Mapolsek Panakkukang. Dari hasil interogasi AL mengakui dan membenarkan sudah melukai jari korban ketika hendak merebut barang berharga korban.

“Yang bersangkutan merupakan eksekutor. Dia yang turun dari motor dan mengayunkan parang sehingga mengenai tangan kanan korban. Dimana saat itu korban tepat berada di depan pagar rumah kontrakannya, ditemani anak laki-lakinya,” tutur

Dia melanjutkan atas perbuatan AL, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 365 KUHPidana, dimana pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Satu orang pelaku lainnya sudah kita kantongi identitasnya. Kami berikan status DPO,” pungkasnya. (Anca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait