oleh

LPSK Kunjungi Anak Penyandang Disabilitas Korban Kekerasan Seksual di Makassar

MAKASSAR, INIKATA.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengecam keras tindakan kekerasan seksual terhadap perempuan difabel dibawah umur yang dilakukan oleh tiga orang pria di Kota Makassar.

Wali Kota Dani Fatma

LPSK sendiri telah melakukan tindakan proaktif kepada korban anak tersebut dengan menyambangi kediamannya untuk menawarkan perlindungan.

Dalam pertemuan dengan keluarga korban, dapat disimpulkan bahwa korban membutuhkan perlindungan ekstra dan sangat membutuhkan pendampingan dalam menjalani proses hukum ke depan.

“Kami lega keluarga korban bersedia untuk mengajukan perlindungan kepada LPSK, selanjutnya kami akan langsung telah permohonan perlindungannya” kata, Wakil Ketua LPSK, Livia Iskandar.

Livia menyatakan, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak penyandang disabilitas perlu mendapatkan atensi khusus dari seluruh pihak. Livia mengatakan bahwa pihaknya terus menyoroti perkara-perkara tersebut.

LPSK, kata Livia, hingga saat ini sedang memberikan perlindungan kepada sebanyak 14 korban tindak pidana dengan status penyandang disabilitas selama tahun 2020-2021.

“Sebagian besar dari mereka yang kami lindungi merupakan korban kekerasan seksual” ujar Livia.

Livia juga menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap penyandang disabilitas yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan. Menurut data yang dimiliki LPSK, beberapa kasus kekerasan seksual di Sulawesi Selatan kerap menarget kaum disabilitas dan dilakukan secara beramai-ramai.

“Kami menemukan kasus korban disabilitas rungu-wicara diperkosa beramai-ramai (gang rape) di Soppeng dan Makassar. Ada juga disabilitas rungu-wicara yang diperkosa tetangganya sampai hamil dan melahirkan di Makassar, ada juga korban anak disekap dan diperkosa berhari-hari di Enrekang,” ujar Livia.

Livia juga mengingatkan perihal berbahayanya predator kekerasan seksual yang melakukan aksinya di dunia maya.

“Mereka perlu diwaspadai mengingat pada masa pandemi banyak aktivitas anak yang dibatasi untuk keluar rumah, orang tua perlu mengawasi ketat aktivitas anaknya dalam menggunakan internet,” pungkas Livia. (Anca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait