oleh

Akhir Jabatan, Pj Wali Kota Makassar Diminta Lebih Fokus Selesaikan Urusan di Pemkot

MAKASSAR, INIKATA.com – Di akhir masa jabatan, Penjabat Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin diperhadapan dengan berbagai persoalan dilingkup Pemerintah Kota Makassar. Hal tersebut menjadi tantangan Pj Walikota untuk menguji keseriusan dan kredibilitasnya dalam melaksanakan amanah yang diemban.

Wali Kota Dani Fatma

Anggota DPRD Kota Makassar, Nurul Hidayat menilai pelayanan dilingkup Pemkot Makassar dibawah kepemimpinan Pj Walikota saat ini dihadapkan dengan berbagai masalah yang belum dapat ditangani dengan baik.

“Begitu banyak masalah yang muncul di akhir masa jabatan Pj Walikota yang terkesan tidak optimal dimasyarakat, salah satunya masalah parkir elektronik, pelayanan kesehatan, dokter keliling sangat lambat, penanganan banjir dan permasaahan PDAM yang semestinya semua ini dituntskan,” jelas Nurul, Minggu (24/1/2021).

Bahkan, ia menanggap Pj Walikota tidak konsisten dengan Surat Edaran penanganan Covid-19. Hal tersebut dapat diketahui dalam aktivitas Pj Walikota yang sibuk melakukan kegitan peresmian yang melibatkan banyak orang.

“Pj Walikota nampak terkesan hanya sibuk melaksanakan peresmian-peresmian RPH, dermaga yang malah melibatkan banyak orang, bagaimana bisa tangani Covid-19 kalau tidak konsisten dengan Surat Edaran yang dikeluarkan,” tukasnya.

Lebih lanjut, legislator Golkar itu berharap diakhir masa jabatannya, Pj Walikota lebih fokus menangani dan menyelesaikan persoalan di Pemkot Makassar.

“Pj Walikota seharunya fokus di akhir masa jabatannya, mengingat pelantikan Walikota definitif sudah akan dilaksanakan tanggal 17 Februari. Sangat diharapkan Pj Walikota fokus menangani penyelesaian kebijakan-kebijakan yang ada di Pemkot Makssar,” imbuhnya.

Sementara itu, pengamat politik Unhas, Sukri Tamma mengatakan meskipun sudah mendekati masa transisi peralihan kepemimpinan di Pemkot Makassar, proses pelayanan tetap harus dijalankan dengan efektif.

“Tentu saja proses pelayanan harus terus dijalankan dan memastikan proses transisi berlangsung dengan baik. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukkan proses transisi dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam masa peralihan tidak pantas dijakdikan alasan untuk menghentikan segala aktivitas pelayanan, meskipun dengan alasan sudah memasuki tahapan penetetapan Walikota terpilih.

“Tidak boleh ada stagnasi dari perpindahan kepemimpinan Pemerintahan Kota Makassar dengan alasan pergantian pimpinan atau menunggu pimpinan baru, dengan demikian fungsi pelayanan tetap berjalan dengan baik dan kebijakan-kebijakan terdahulu dan kebijakan yang akan diambil pemimpin yang baru akan tetap sinergis,” tandasnya. (Fadli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait