oleh

Dosen Undar Jombang Sebut Alasan Upaya Kudeta Posisi AHY untuk Kepentingan Pilpres 2024

SURABAYA, INIKATA.com – Geger isu kudeta terhadap ketum Demokrat AHY oleh KSP Moeldoko direspon oleh seluruh kader Demokrat di daerah.  Kader Demokrat yang juga berlatar belakang seorang dosen,  Kuswanto mengulas kejadian “kudeta” ini sebagai kaitan menghadapi 2024.  

Wali Kota Dani Fatma

Pria kelahiran Banyuwangi  ini mengatakan, hal itu sangat mungkin dilakukan oleh orang yang berambisi maju dalam kontestasi pilpres 2024. Namun tak punya kendaraan partai yang mumpuni.

“Memenuhi syarat jumlah prosentase kursi untuk bisa maju sebagai calon presiden. Kalau bukan kader sebuah partai pasti bukan hal mudah,” ujarnya.

“Mau mendirikan  sebuah parpol baru untuk mengusung nya sebagai capres butuh waktu, tenaga, energi dan modal besar untuk mewujudkan mimpi itu. Maka yang paling gampang adalah menguasai partai besar yang matang dan sudah dikenal rakyat,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (3/2/2021).

Diungkapkan oleh Kuswanto, salah satu alasan untuk mengapa Demokrat starategis diambil alih untuk momentum Pilpres, lantaran Demokrat pernah jadi partai pemenang pemilu.

“Sehingga apapun dan  siapapun yang mengelola Partai ini pasti menargetkan menjadi 3 besar bahkan menjadi Pemenang pemilu. Ini bukan slogan atau sebuah mimpi,” jelas politisi senior Demokrat ini.

Pria yang juga dosen Undar Jombang ini mengatakan saat ini posisi Demokrat yang saat ini menjadi penyeimbang pemerintah yang berkuasa, diyakini masih punya peluang besar untuk mengusung kader terbaiknya menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

“Tentunya popularitas Partai Demokrat menjadi suatu kekuatan tersendiri yang bisa dijadikan modal dalam kontestasi pemilu. Tinggal meningkatkan elektabilitasnya. Jadi kenapa harus di Kudeta. Karena siapapun yang bisa menguasai Partai Demokrat dan punya syahwat untuk ikut kontestasi menjadi pemimpin republik ini,”lanjutnya.

Dengan  menguasai Partai Demokrat, kata Kuswanto  modal awal dan modal besar untuk melangkah ikut kontestasi calon Presiden. 

“Biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih murah bila dibandingkan kalau membentuk partai baru yang belum tentu mendapat respon positif dari masyarakat pemilih atau gambling dengan mengembangkan partai yang sudah ada,  namun  belum lolos Parlementary Threshold yang hasilnya juga belum tentu berkembang dengan baik. Jadi apapun alasannya tentu Partai Demokrat lebih menarik dan mempesona untuk dikuasai,” tegas Kuswanto.

Terbongkarnya rencana kudeta tersebut, adalah momentum yang tepat untuk melihat soliditas para kader.

“Segala macam persoalan yang terjadi saat ini, saya rasa bisa jadi ujian kesolidan dan kekompakan seluruh kader di semua tingkatan. Menjadi motivasi karena diluar sana banyak tokoh nasional dan Partai Politik sangat tertarik untuk terus menghambat Partai Demokrat agar tidak jadi saingan bahkan sandungan di Pemilu yang akan datang,”lanjutnya. (Three)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait