oleh

Iman Hud Sebut Pemkot Makassar Harus Tiru Kebijakan Pemkab Gowa

MAKASSAR, INIKATA.com – Pembatasan jam operasional hingga pukul 22.00 Wita untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Makassar dinilai tidak berjalan dengan efektif. Pasalnya, sejumlah usaha masih seringkali melanggar surat edaran yang dikeluarkan Pemkot Makassar.

Wali Kota Dani Fatma

Kepala Satuan Polisi Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar, Iman Hud membandingkan langkah Pemkot Makassar dengan Kabupaten Gowa.

Ia mengatakan Pemkot Makassar harus mencontohi ketegasan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menangani pandemi Covid-19.

“Sebab mereka mempunyai kekuatan hukum yang diatur dalam Peraturan Daerah sehingga respon masyarakat lebih intens dalam mematuhi protokol kesehatan. Undang-Undang tentang Karantina itu harus dijabarkan dalam Peraturan Daerah sebagaimana yang dilakukan di Gowa, di Gowa itu ada peraturan wajib pakai masker denda, sekarang kalau (di Makassar) kita denda dimana itu uangnya disetor,” jelas Iman, Senin (16/2/2021).

Dalam surat edaran pembatasan jam operasional, ia menjelaskan harus melewati empat tahapan untuk pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan. “Hanya saja, kalaupun ada yang didenda maka uang itu mau dikemanakan,” ungkapnya.

“Didalam aturan surat edaran empat kita lewati baru kita bisa tutup usahanya pertama teguran lisan, kedua teguran tertulis ketiga pembubaran paksa, denda. Denda itu juga siapa mau denda Rp10 juta ada yang mau bertanggungjawab uangnya mau disita, dimana disimpan,” tandasnya. (Fadli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait