oleh

Bahas Stadion Mattoanging, Dewan Sulsel dan Dispora Gelar Rapat

MAKASSAR, INIKATA.com – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat Rapat bersama Dinas Pemudah dan Olahraga (Dispora), Rabu (3/3).

Dalam rapat tersebut angota komisi E bidang kesejahteraan masyarakat DPRD Sulsel mempertanyakan terkait kelanjutan pembangunan Stadion Mattoangin Andi Mattalata Makassar.

Wali Kota Dani Fatma

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Mangunsidi mengatakan bahwa, terkait dengan Stadion Mattoangin, kabar yang diperoleh bahwa belum ada surat Izin Membangun Bangunan (IMB) dari Pemerinta Kota (Pemkot) Kota Makassar.

“Kan ini yg mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan dikeluarkan Walikota, tpi bagaimana kalau pak Wali tidak keluarkan izin tersebut?,” jelas Mangunsidi, dalam rapat kerja evaluasi triwulan IV tahun 2020, bersma OPD terkait.

“Jadi kalau sya kita lakukan pendekatan ke Beliau (Walikota) baru kita jalan jngan sampai kita sudah maju tapi ternyata ndak diberi IMB,” tambahnya.

Senada dengan Mangunsidi, Anggota DPRD Sulsel fraksi PAN, Andi Muhammad Irfan AB mengatakan bahwa, bahwa pemerinta Kota Makassar kemungkinan besar menolak stadion Mattoangin dengan alasan tidak adanya IMB.

“Ini perlu klarifikasi karena ini menyangkut anggran besar yang sudah disiapkan Pak Gub kemarin, kalau tidk salah pak gub siapkan anggaran sampai 1 triliun untuk kegiatan ini. Jadi kita mau tahu bagaimana kelanjutannya ini pak Kadis,” ujar Irfan.

Pasalnya, kata Irfan, stadion ini menjadi perhatian publik, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini kadispora sudah membongkar, kita juga sudah menganggarkan Rp 1 triliun tiba-tiba ditolak pleh Pemkot Makassar karena alasan IMBnya belum ada.

“Na ini perlu klarifikasi dari bapak-bapak baik dari kadispora maupun dari pihak terkait,” paparnya.

Dikabarkan sebelumnya, selain masalah IMB, Wali Kota Makassar, Moh Ramadhan “Danny” Pomanto juga menyoroti terkait analisis mengenai dampak lalu lintas seharusnya dilakukan secara matang.

Pasalnya, proyek tersebut diduga menyalahi aturan seiring lahan parkir kurang memadai dalam desain yang diterima. Sehingga memungkinkan terjadi adanya kemacetan diruas jalan sekitar stadion natinya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait