oleh

Pasca NA Terjerat Kasus Korupsi, Pemrov Sulsel Teken Mou dengan KPK

MAKASSAR, INIKATA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman terkait pencegahan korupsi.

Wali Kota Dani Fatma

Pertemuan KPK dengan Pemprov Sulsel dilakukan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar pada Selasa, 16 Maret yang dilakukan secara tertutup. Setelah pertemuan tersebut. Ketua Tim Satgas Korsupgah KPK RI, Niken Ariati KPK mengingin agar kasus operasi tangkap tangan (OTT) Nurdin Abdullah terkait suap proyek infrastruktur di Sulsel tidak terulang.

“OTT kemarin cukup ini (menarik perhatian) yah. Kita sekarang ke depan bagaimana menutup potensi-potensi (korupsi) yang mungkin terjadi, nanti ini di kantor Gubernur akan ada penandatangan (MoU) aksi yang lebih detail,” ujar Niken dihadapan wartawan, Selasa (16/3/2021).

Ia menjelaskan pertemuan tersebut sebagai upaya untuk melakukan perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa di daerah Sulsel.

“Perbaikan atas kegiatan kemarin (kasus Nurdin Abdullah), nanti butir-butirnya terkait pengadaan barang dan jasa, nanti ada butir-butirnya. Nanti kita akan membangun sistem bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Niken memastikan agar pencegahan dilakukan lebih dalam dan lebih konkrit. Hal itu menunjukan bahwa KPK tidak akan meninggalkan sulsel.

“Kita pengen lebih konkrit kita pengen masuk ke substasi lebih dalam lagi, intinya KPK ngga meninggalkan Sulesl lah dari sisi pencegahanya,”

Di tempat yang sama, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman mengakui bahwa pihaknya melakukan koordinasi dengan KPK dibidang penindakan dan pencegahan. Pertemuan kali ini guna meminta pengarahan dan melakukan taken MoU dengan KPK.

“Itu kedatangan koordinator supervisi, itulah penindakan dan pencegahan kita mau lakukan, pengarahan dan sekaligus ada MoU,” ucapnya.

Ia menambahkan, kedepanya Pemprov Sulsel akan lebih fokus pada pencegahan dan melakukan pembenahan dengan membangun sinergitas bersama KPK.

“Lebih kepada mitigasi persoalan kedepan, MCP, WBS. Kita lakukan pembenahan pelan-pelan, paling tidak kita membutuhkan sinergitas memperbaiki lebih jauh,” jelasnya. (Fadli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait