oleh

Kabiro Umum Pemprov Sulsel Mangkir Dari Pemeriksaan KPK

-Hukum-61 views

INIKATA.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aliran uang yang diterima Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah (NA). Nurdin Abdullah diduga menerima suap dan gratifikasi melalui Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel.

Hal ini didalami penyidik KPK kepada dua saksi, mereka antara lain Fery Tandiady (wiraswasta) dan Muhammad Irham Samad (mahasiswa). Keduanya diperiksa untuk tersangka Nurdin Abdullah.

Wali Kota Dani Fatma

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri mengatakan para saksi didalami pengetahuannya, antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang, baik yang diterima oleh tersangka NA melalui tersangka ER,” katanya dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Selain itu, penyidik juga seharusnya memeriksa Kepala Biro Umum Setda Pemprov Sulsel, Idham Kadir dan seorang legislator Makassar. Namun, keduanya mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK. “Tidak hadir dan segera dilakukan penjadwalan ulang kembali,” tambahnya.

Diketahui, selain Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat, lembaga antirasuah juga menetapkan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto sebagai tersangka.

KPK menduga, Nurdin menerima suap dan gratifikasi total Rp 5,4 miliar. Adapun rincian suap dan gratifikasi itu antara lain, Nurdin menerima uang melalui Edy Rahmat dari Agung Sucipto pada Jumat, 26 Februari 2021. Suap itu merupakan fee untuk penentuan masing-masing dari nilai proyek yang nantinya akan kerjakan oleh Agung.

Selain itu, Nurdin juga pada akhir 2020 lalu pernah menerima uang senilai Rp 200 juta. Penerimaan uang itu diduga diterima Nurdin dari kontraktor lain. Kemudian pada pertengahan Februari 2021, Nurdin Abdullah melalui Samsul Bahri (ajudan NA) menerima uang Rp 1 miliar dan pada awal Februari 2021, Nurdin Abdullah juga melalui Samsul Bahri menerima uang Rp 2,2 miliar.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait