oleh

Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Pastikan Penerima BPUM Mulai 20 April

MAKASSAR, INIKATA.com– Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diberikan pemerintah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk masyarakat terdampak Covid-19 masih berlanjut di tahun 2021.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, Zainuddin mengatakan penyaluran bantuan pelaku usaha mikro mulai dilaksanakan pada 20 April 2021.

Wali Kota Dani Fatma

“Untuk pelaksanaan di mulai 20 April sampai dengan September 2021. Pendataan dan pendaftaran sampai September 2021,” ujar Zainuddin, Senin (5/4/2021).

Meskipun waktu pelaksanaan sudah ditentukan. Namun, ia mengatakan untuk saat ini belum dapat memastikan jumlah penerima bantuan pelaku usaha. Sebab, pihaknya pun belum menerima data dari Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Kami belum bisa memastikan berapa yang akan disalurkan karena sampai hari ini usulan dari Kabupaten/Kota belum ada yang kami terima,” katanya.

Sedangkan nominal bantuan yang diterima. Ia mengatakan untuk per pelaku usaha akan mendapatkn Sebanyak Rp1.200.000 di tahun ini.

“Untuk tahun 2021 jumlah bantuan bagi pelaku usaha mikro sebesar 1.200,.000 per usaha mikro,” ucapnya.

Sementara, Ketua Asosiasi UMKM Mutiara Timur, Hasidah S Lipung menyampaikan untuk pendataan pelaku UMKM yang menerima bantuan sebaiknya di data dari tingkat dusun hingga tingkat provinsi.

“Untuk bantuan ini yang bersifat stimulus kepada pelaku UKM sebaiknya dilakukan pendataan dari tingkat dusun, desa, kecamatan, kabupaten dan propinsi dengan justifikasi berupa surat keterangan ijin usaha bagi pelaku UKM,” jelas Hasida.

Masalah pendataaan saat ini. Kata dia, data yang digunakan pemerintah seringkali tidak tepat sasaran. Bahkan, masih menggunakan data lama dan tidak diperbarui.

“Kondisi selama ini adalah banyak bantua yang tidak tepat sasaran jika hanya mengandalkan data dari dinas terkait, banyak pelaku usaha yang tidak terdata pada dinas tersebut dan juga data yang dimiliki tidak up to date sehingga bantuan ini tidak merata,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah perlu mendorong usaha mikro ditengah kondisi Covid-19 yang masih melanda. Karena para pelaku usaha mikro akan beralih pola penjualan dari konservatif ke bisnis digital.

Untuk itu, dengan skema usaha saat ini, maka perhatian pemerintah juga harus mengarah kepada penguatan pemasaran untuk mendorong dan meningkatkan produk penjualan usaha mikro.

“Saat ini para pelaku UMKM sangat membutuhkan penguatan pemasaran baik itu yang online maupun offline sehingga mungkin perlu di pikirkan juga bagaimana mengefektifkan dana tersebut untuk lebih mendorong penguatan serapan pasar produk UMKM,” imbuhnya.

“Contohnya dilakukan gerakan belanja produk UKM sehingga secara otomatis produk UKM ini lebih dikenal masyarakat dan bisa memicu omset mereka,” tambahnya.

Apalagi, kata dia untuk penyaluran bantuan pelaku usaha mikro ini belum dapat dipastikan juga, apakah yang menerima bantuan tersebut untuk membangkitkan kembali usahanya ataukah menutupi kebutuhan pokok.

“Pemberian dana stimulan pun saat ini belum bisa dipastikan penggunaanya bagi UMKM setelah mereka menerimanya apakah digunakan untuk kebutuhan penguatan usahanya ataukah digunakan ke kebutuhan konsumtif,” tutupnya. (Fadli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait