oleh

Eks Direkur PT NTS Anak Perusahaan Pelindo IV Makassar Dituntut 12 Tahun Penjara

-Hukum-159 views

MAKASSAR, INIKATA.com – Sidang lanjutan pembacaan Dakwaan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana pengeluaran anak perusahaan PT. Pelindo IV, PT. Nusantara Terminal Service (NTS), kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kota Makassar. Kamis (8/4/2021).

Dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang mendudukkan dua orang terdakwa yakni Kusmahadi Setya Jaya selaku Direktur Utama PT. NTS dan Muhammad Riandi selaku staf pemasaran dan operasional PT. NTS dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.

Wali Kota Dani Fatma

Pembacaan tuntutan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) didalam persidangan.

Dalam pembacaan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kusmahadi Setya Jaya dan Muhammad Riandi terbukti secara dan menyakinkan bersalah melakukan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara bersama – sama sebagaimana diatur.

Dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap Kusmahadi dan Muhammad Riandi dengan penjara 12 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda 500 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan 6 bulan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil saat dihubungi melalui via telepone, Kamis (8/4/2021).

Kemudian, Kata Idil menghukum keduanya yakni terdakwa Kusmahadi Setya Jaya dan Muhammad Riandi untuk membayar uang penganggi dengan nominal terdakwa Kusmahadi sebesar Rp603.700.000 atau diganti denda pidana 5 tahun.

Sementara, Terdakwa Muhammad Riandi uang pengganti yang dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum sebesar Rp9.697.312.000 atau denda 5 tahun penjara.

“Apa bila uang penganti tidak dibayarkan, maka harta terdakwa seluruhnya oleh jaksa akan dilelang untuk menutupi uang penganti atau denda pidana kurungan 5 tahun penjara,” sebutnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan selain itu kedua terdakwa Kusmahadi dan Riandi untuk tetap ditahan di Rutan Makassar.

“Keduanya juga kita minta agar tetap ditahan Di Rutan Makassar,” pungkasnya.

Diketahui, Kusmahadi sebelumnya didakwa lantaran melakukan penyalahgunaan kewenangan, perbuatan melawan hukum di lima proyek pada Juni 2016 hingga September 2018 sehingga negara diduga mengalami kerugian kurang lebih Rp 16,823 miliar.

Dimana lima item atau kegiatan proyek yang prosesnya disalahgunakan tersangka tersebut, masing-masing dalam proyek penyediaan pengangkutan material Sirtu (Pasir dan Batu) dan material proyek lainnya dengan PT Alam Jaya Transparan, pengelolaan dan pengiriman pasir sungai dan pasir batu proyek reklamasi dan pembangunan dermaga Makassar New Port dengan CV Risma Buana.

Lalu, proyek pengadaan batu untuk pembangunan proyek pelabuhan Tarakan dengan CV Batu Pogimba Nusa Persada, proyek kerjasama bongkar muat material PLTB Jeneponto dengan PT Ale Heavy Industries dan proyek kegiatan angkutan lanjutan Delivery Service PT NTS wilayah Tanjung Redeb.

Dimana Modus tersangka menerima beberapa manfaat untuk diri sendiri. Salah satunya di kasus dengan PT Alam Jaya Transport (AJT) yakni setiap transaksi, tersangka menerima Rp 5 juta dan hasil penyelidikan dan penyidikan ditemukan ada 44 kali transaksi.

Sehingga penyidik berpendapat, ditemukan pelanggaran yang sifatnya melawan hukum oleh tersangka membuat uang PT NTS anak perusahaan PT Pelindo IV itu keluar dan tidak bisa dikembalikan. Tersangka dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor No 31 tahun 1999.

Diketahui pembacaan Pledoi atau pembelaan dari terdakwa sendiri diagendakan 2 pekan kedepan yakni tanggal 22 April 2021 akan datang. (Nca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait